Daerah  

BUMDes Kedungpring Mandiri Kelola Dana Ketahanan Pangan Rp185 Juta, Enam dari Sembilan Sapi Sudah Bunting

admin
Kedungpring farm's cattle program update

LAMONGAN | MDN – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungpring, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, mengoptimalkan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2026 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp185 juta kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedungpring Mandiri. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan sembilan ekor sapi, satu unit chopper (chaff cutter), serta kebutuhan operasional dan pakan ternak.

Sebagai upaya memastikan program berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal, Pemdes Kedungpring menerapkan pola pengelolaan yang berbeda dibandingkan sejumlah daerah lain. Seluruh sapi yang dibeli melalui program tersebut ditempatkan di kandang milik Kepala Desa Kedungpring, Joko Vitono, agar mendapatkan pengawasan dan perawatan secara intensif.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi terhadap berbagai risiko yang kerap terjadi dalam usaha peternakan, mulai dari penyakit hingga kematian ternak. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi proyek percontohan dalam pengelolaan program ketahanan pangan berbasis desa.

Saat ditemui di lokasi kandang, Rabu (24/6/2026), Kepala Desa Kedungpring, Joko Vitono, membenarkan bahwa sapi-sapi milik BUMDes ditempatkan di kandangnya. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan efektivitas pengawasan sekaligus efisiensi anggaran karena tidak diperlukan biaya sewa kandang.

“Memang benar sapi dari program ketahanan pangan ini saya tempatkan di kandang saya. Saya ingin program Ketapang di Desa Kedungpring ini berhasil dan sukses. Terbukti, dari sembilan ekor sapi yang dikelola BUMDes, saat ini enam ekor di antaranya sudah hamil dan siap beranak,” ujar Joko Vitono.

Ia menilai, keberhasilan awal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dengan sistem pengawasan intensif mampu meningkatkan kesehatan serta produktivitas ternak. Kondisi itu diharapkan menjadi modal penting dalam mengembangkan populasi sapi sebagai aset produktif desa.

Joko juga mengungkapkan, dirinya memilih terlibat langsung dalam pengawasan karena tidak ingin program ketahanan pangan mengalami kegagalan sebagaimana yang pernah terjadi di sejumlah wilayah akibat lemahnya pengelolaan ternak.

“Jika tidak mendapat pengawasan khusus, program ini berisiko gagal. Dengan perawatan yang baik, saya optimistis populasi ternak dari program Ketapang ini akan terus meningkat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi BUMDes maupun masyarakat desa,” katanya.

Hingga saat ini, seluruh sapi dalam kondisi sehat dan berada dalam pemeliharaan intensif. Enam ekor yang telah bunting diproyeksikan akan menambah populasi ternak sehingga nilai aset BUMDes dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Selain mengembangkan sektor peternakan melalui Program Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungpring Mandiri juga mengelola sejumlah unit usaha lain yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menurut Joko Vitono, keberadaan BUMDes telah membawa perubahan signifikan terhadap kondisi keuangan desa. Unit usaha yang dikelola, seperti pasar desa dan layanan air, mampu menjadi sumber pendapatan yang sebelumnya belum tergarap secara optimal.

“Dengan adanya BUMDes Kedungpring Mandiri, Alhamdulillah Pendapatan Asli Desa meningkat pesat. Dulu belum tertata, bahkan bisa dikatakan nol. Sekarang, melalui pengelolaan pasar desa dan layanan air yang semakin baik, kondisi keuangan desa terus mengalami peningkatan. Harapan kami, pengelolaan BUMDes semakin berkembang sehingga Desa Kedungpring menjadi desa yang semakin mandiri,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Kedungpring berharap keberhasilan pengelolaan Program Ketahanan Pangan melalui BUMDes tidak hanya mampu meningkatkan populasi ternak dan aset desa, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. [J2/Sat]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *