Warta  

Ribuan Umat Padati Tabligh Akbar Palestina dan Wisuda Santri Ma’had Al-Muttaqin Lamongan

admin
Ribuan Umat Padati Tabligh Akbar Palestina dan Wisuda Santri Ma’had Al Muttaqin Lamongan

LAMONGAN | MDN – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Lembaga Pendidikan Al-Qur’an dan Madin Al-Muttaqin, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, pada Sabtu (27/7/2026). Ribuan warga memadati lokasi untuk menghadiri Tabligh Akbar Peduli Palestina sekaligus prosesi Wisuda Santri Ke-XIII.

Acara yang memadukan semangat kemanusiaan dan pendidikan ini menghadirkan Da’i Nasional asal Sumatera Barat, Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc., MA. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Dukungan bagi saudara seiman di Palestina bukan sekadar ucapan, melainkan wujud nyata persaudaraan (ukhuwah islamiyah) dan peningkatan ketakwaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” ujar Ustadz Zulkifli di hadapan ribuan jamaah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Paciran, termasuk Camat Paciran Teguh Bagio, S.STP., MM; Kepala KUA Paciran Mafhum Ulumuddin, S.HI; Kapolsek Paciran Iptu Gufron, S.Sos; serta perwakilan Danramil setempat.

Dalam sambutannya, Camat Paciran, Teguh Bagio, memberikan apresiasi atas keberhasilan para santri. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, pendidik, dan peran krusial orang tua.

“Ilmu adalah cahaya. Wisuda ini bukan titik akhir, melainkan gerbang awal untuk mengabdi kepada masyarakat. Peran orang tua sangat vital dalam memberikan teladan agar lahir generasi yang berilmu luas dan berkarakter kuat,” tegas Teguh.

Senada dengan itu, Mafhum Ulumuddin mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, berharap para lulusan dapat menjadi duta kebaikan yang menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Ketua Yayasan sekaligus Mudir Ma’had Al-Muttaqin, Muhammad Wahid, S.Pd.I., Gr., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. Ia berpesan agar para wisudawan tetap memegang teguh Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Jadilah pelita bagi lingkungan sekitar. Tetaplah cerdas dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam keimanan, dan selalu berpihak pada keadilan bagi mereka yang tertindas,” pesan Muhammad Wahid.

Rangkaian acara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Palestina serta keberkahan bagi para santri yang telah diwisuda. Sinergi antara pihak yayasan, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya kegiatan yang menjadi momentum penting bagi pendidikan di wilayah Paciran tersebut. [Wah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *