Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Tujuh Siswa SMK di Ngawi Dilarikan ke Klinik

admin
Dugaan Keracunan MBG di Ngawi
ILUSTRASI: Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Tujuh Siswa SMK di Ngawi Dilarikan ke Klinik

NGAWI | MDN – Tujuh siswa SMK Parmadi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, mengalami keluhan mual, muntah, pusing hingga sakit perut setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026).

Para siswa tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis. Sebagian menjalani perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sementara lainnya dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Salah seorang siswa kelas 10, Fahri Bagas, mengatakan makanan MBG diterima pihak sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah makanan disantap, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman.

“Teman sekelas kami ada tujuh yang mengalami mual dan muntah. Tiga dirawat di UKS, sedangkan empat siswa dibawa ke klinik,” kata Fahri.

Menurut dia, dari empat siswa yang mendapatkan perawatan di klinik, satu orang harus menjalani rawat inap. Sementara tiga lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan obat dan suntikan.

Fahri menduga keluhan tersebut berkaitan dengan salah satu lauk dalam menu MBG, yakni ayam goreng. Dugaan itu muncul karena sejumlah siswa menilai ayam yang disajikan memiliki rasa dan aroma yang berbeda.

“Dugaan saya pada menu ayam karena rasanya sangat tidak enak dan sedikit berbau. Banyak siswa yang menyisihkan lauk ayam tersebut dan tidak memakannya,” ujarnya.

Namun, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Pihak klinik masih memberikan penanganan berdasarkan kondisi pasien yang datang.

Kepala Klinik Pratama Aisyiyah Sine, Rhea Aulia, mengatakan kondisi empat siswa yang datang ke klinik secara umum masih stabil. Mereka mendapatkan pengobatan untuk menangani keluhan yang dirasakan.

“Dari empat siswa yang mengeluhkan mual dan pusing, kami berikan suntikan kemudian obat. Mereka diperbolehkan pulang untuk menjalani pengobatan rawat jalan,” jelas Rhea.

Sementara itu, satu siswa harus menjalani rawat inap lantaran mengalami muntah sebanyak dua kali dan masih dalam kondisi lemas. Siswa tersebut mendapatkan cairan infus dan akan dipulangkan setelah kondisinya membaik.

Di sisi lain, PIC SPPG Ngrambe Ngawi, Udin Amirudin, turut mendampingi para siswa selama mendapatkan perawatan. Ia mengatakan pihaknya ingin memastikan kondisi ketujuh siswa sekaligus mengetahui penyebab keluhan yang mereka alami.

“Kami dari PIC SPPG ingin memastikan perawatan maksimal terhadap ketujuh siswa tersebut. Namun, keluhan itu belum tentu disebabkan oleh makanan dari menu MBG,” kata Udin.

Udin menjelaskan, dapur SPPG Ngrambe saat ini melayani sekitar 3.148 penerima manfaat yang berasal dari enam lembaga pendidikan. Khusus di SMK Parmadi Siwi 2 Ngrambe, sebanyak 400 siswa menerima menu MBG pada hari tersebut.

Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, ayam goreng, dan sayur wortel.

Udin menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab keluhan para siswa. Ia menegaskan belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lain.

“Kami menunggu hasil dari klinik apakah benar dari MBG atau ada faktor lain, termasuk makanan yang sebelumnya dikonsumsi ketujuh siswa tersebut,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kejadian, polisi telah mengambil sampel sisa makanan serta muntahan dari siswa yang mengalami keluhan. Sampel tersebut selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Polda Jawa Timur.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap apakah keluhan kesehatan yang dialami tujuh siswa tersebut berkaitan dengan menu MBG atau disebabkan faktor lain.

Hingga berita ini ditulis, belum ada hasil laboratorium yang menyatakan bahwa makanan MBG menjadi penyebab keracunan. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *