Warta  

Seleksi Pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri 2026, Ratusan Peserta Ikuti Tahapan Rekrutmen

admin
IMG 20260824 WA0055 copy 768x460

KEDIRI | MDN  — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri kembali melaksanakan rekrutmen dan seleksi peserta program pemagangan ke Jepang tahun 2026. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan RI, IM Japan dan Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kegiatan seleksi berlangsung di Kabupaten Kediri dan diikuti para calon peserta yang telah melakukan pendaftaran secara daring. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman kerja, kedisiplinan serta daya saing di dunia kerja internasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos., S.S., mengatakan bahwa program pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri merupakan tahun kedua setelah sebelumnya pemerintah daerah mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan program serupa.

“Hari ini kami melaksanakan seleksi pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri. Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan, IM Japan dan Pemerintah Kabupaten Kediri. Alhamdulillah, tahun kedua ini kami kembali dipercaya untuk melaksanakan program tersebut,” ujar Ibnu Imad.

Menurutnya, proses pendaftaran dilakukan melalui sistem online, baik melalui kanal internal maupun sistem SIAPKerja. Dari proses registrasi tersebut, jumlah pendaftar tahun ini mencapai sekitar 2.019 orang, sedangkan pada pelaksanaan sebelumnya tercatat sekitar 299 pendaftar.

Ibnu menjelaskan, program tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bekerja atau pergi ke Jepang. Peserta diharapkan mampu memperoleh pengalaman, keterampilan dan etos kerja yang dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan pengalaman bekerja secara global. Setelah menyelesaikan program, mereka diharapkan memiliki skill yang dapat digunakan di dunia kerja maupun untuk berwirausaha secara mandiri,” jelasnya.

Dalam proses seleksi, peserta akan melewati sejumlah tahapan. Mulai dari tes kemampuan dasar, bahasa Jepang, kesamaptaan atau kemampuan fisik, hingga wawancara. Peserta yang dinyatakan lolos nantinya masih harus mengikuti tahapan berikutnya sebelum benar-benar diberangkatkan ke Jepang.

“Jadi lulus rekrutmen hari ini bukan berarti langsung berangkat ke Jepang. Mereka masih harus mengikuti proses pelatihan, pembentukan kedisiplinan, peningkatan kemampuan bahasa Jepang, peningkatan kompetensi dan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sesuai ketentuan,” terang Ibnu.

Ia menambahkan, khusus program yang dilaksanakan kali ini, peserta yang direkrut merupakan laki-laki. Untuk program lainnya, peluang bagi peserta perempuan dapat dibuka sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program.

Terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kediri, Ibnu menyebut angka terakhir berada di kisaran 4,7 persen, turun dibandingkan angka sebelumnya sekitar 5,1 persen. Namun, angka TPT tahun berjalan masih menunggu hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Ibnu berharap program pemagangan ke Jepang dapat menjadi investasi sumber daya manusia bagi Kabupaten Kediri.

“Ini merupakan investasi sumber daya manusia. Ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman magang di Jepang, mereka akan membawa pulang keterampilan, pengalaman dan modal yang sangat berharga, baik bagi dirinya sendiri maupun ketika nantinya berkarya di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Sonny Subroto dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan IM Japan yang bertujuan membentuk sumber daya manusia yang kompeten, disiplin dan memiliki etos kerja.

“Program ini bukan semata-mata memberikan kesempatan kepada peserta untuk bekerja di Jepang, tetapi merupakan program pemagangan yang bertujuan membentuk kompetensi, keterampilan, kedisiplinan, etos kerja serta karakter peserta agar menjadi sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan tidak menganggap proses tersebut sebagai sesuatu yang harus ditakuti.

Para peserta nantinya akan mengikuti tes bahasa Jepang sesuai kebutuhan program, kemudian menjalani tes kesamaptaan dan kemampuan fisik. Kondisi kesehatan dan kesiapan fisik menjadi bagian penting karena peserta akan mengikuti pelatihan serta pemagangan yang membutuhkan kedisiplinan dan ketahanan fisik.

“Jangan mengikuti program ini hanya karena ingin pergi ke Jepang. Harus ada alasan yang lebih besar, yaitu keinginan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun pengalaman serta mempersiapkan masa depan,” tegasnya.

Sonny juga mengingatkan bahwa kelulusan dalam proses rekrutmen tidak berarti peserta langsung diberangkatkan ke Jepang. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, termasuk pelatihan, pembentukan kedisiplinan, peningkatan kemampuan bahasa Jepang, peningkatan kompetensi dan pemeriksaan kesehatan.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan rekrutmen dan seleksi program pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang luas dan adil bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Sonny juga berpesan agar peserta mengikuti seluruh proses secara jujur dan tidak mencari jalan pintas.

“Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. Ikuti setiap tahapan dengan kemampuan sendiri. Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Kediri memiliki kemampuan, disiplin, semangat belajar dan karakter yang baik,” pesannya.

Ia menegaskan, kesempatan mengikuti program pemagangan ke Jepang hendaknya tidak hanya dipandang sebagai jalan untuk berangkat ke luar negeri, tetapi sebagai proses membangun kualitas sumber daya manusia agar lebih kompeten, mandiri dan berkarakter.

Program pemagangan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta sekaligus menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan membuka peluang bagi generasi muda untuk memiliki pengalaman kerja berstandar global. [Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *