Warta  

Transformasi Tata Kelola, BDL Tuntaskan Klarifikasi Kredit Bermasalah ke OJK Usai Disorot JAMAL

admin
Transformasi Tata Kelola, BDL Tuntaskan Klarifikasi Kredit Bermasalah ke OJK Usai Disorot JAMAL mdn

LAMONGAN | MDN — Langkah responsif ditunjukkan PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) dalam merespons dinamika publik. Manajemen BDL secara resmi menyampaikan penjelasan dan klarifikasi menyeluruh kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait sorotan tajam ihwal lonjakan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

Langkah proaktif ini sekaligus menjadi jawaban atas temuan dan desakan yang sebelumnya disuarakan oleh aktivis Jaringan Masyarakat Lamongan (JAMAL). Sebelumnya, JAMAL menyoroti adanya indikasi lebih dari 1.500 kasus kredit macet yang dinilai memerlukan penanganan transparan serta penghentian sementara penyertaan modal hingga perbaikan tata kelola tuntas.

Direksi BDL menegaskan bahwa seluruh masukan dan kritik konstruktif dari elemen masyarakat diterima sebagai momentum evaluasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Dalam laporannya kepada OJK, BDL memaparkan sejumlah langkah konkret yang tengah dan telah ditempuh dalam menyelesaikan persoalan aset bermasalah.

Poin Strategis Penanganan BDL:

  • Penyelesaian Hukum dan Restrukturisasi: BDL menggandeng kejaksaan untuk mempercepat proses penagihan serta penyelesaian kredit macet secara tegas sesuai koridor hukum yang berlaku.

  • Pengetatan Manajemen Risiko: Penyaluran kredit baru kini menerapkan standar prudential banking (prinsip kehati-hatian) yang lebih ketat guna mencegah terulangnya lonjakan rasio NPL di masa mendatang.

  • Jaminan Keamanan Nasabah: Manajemen memastikan bahwa proses pembenahan internal ini tidak mengganggu stabilitas operasional perbankan, sehingga dana masyarakat di BDL dipastikan aman.

  • Sinergi Pengawasan: Keterbukaan informasi kepada OJK dan ruang dialog bersama masyarakat diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik secara maksimal.

Melalui klarifikasi komprehensif ini, BDL optimistis pengawasan yang bersinergi antara regulator, manajemen, dan kontrol sosial masyarakat akan mendorong Bank Daerah Lamongan tumbuh menjadi lembaga keuangan yang semakin sehat, akuntabel, dan berdaya saing tinggi dalam menggerakkan perekonomian daerah. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *