Warta  

Lahan Bakal Dibangun, Warga Penggarap dan TTKKBI Kragilan Tuntut Kejelasan ke PT Khong Guan

admin
Lahan Bakal Dibangun, Warga dan Ormas TTKKBI Kragilan Tuntut PT Khong Guan Prioritaskan Pekerja Lokal

SERANG | MDN — Puluhan warga penggarap lahan bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kragilan menggelar audiensi dengan Tim Rajawali selaku perwakilan resmi PT Khong Guan. Pertemuan penting tersebut dilangsungkan di Kantor Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (14/9/2026).

Audiensi ini dihelat menyusul rencana korporasi yang akan segera mengalihfungsikan dan memanfaatkan lahan yang selama ini digarap oleh masyarakat setempat sebagai sumber mata pencaharian utama.

Kepala Desa Cisait, Ajurum, dalam arahannya saat membuka rapat meminta pengertian dari warga terkait kebijakan penggunaan lahan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan segera memulai proses pembangunan dalam waktu dekat.

“Kami langsung ke intinya saja ya. Mohon izin, dalam waktu dekat lahan tersebut akan dipergunakan oleh pemiliknya. Jadi, mohon kepada bapak dan ibu yang sudah panen agar tidak menanam kembali. Bagi yang belum panen, kami berikan kelonggaran untuk memanennya terlebih dahulu,” ujar Ajurum di hadapan warga.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan PT Khong Guan, Mulyana, menyatakan bahwa perusahaan memberikan toleransi waktu bagi para penggarap untuk mengamankan hasil pertanian mereka. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pihak perusahaan tidak menyediakan kompensasi finansial bagi para penggarap.

“Silakan bagi yang mau panen atau padinya belum diambil untuk segera menyelesaikannya. Nanti untuk fasilitas akses jalan dibuat satu pintu mengarah ke perumahan. Adapun terkait kompensasi dari perusahaan, mohon maaf, itu tidak ada ya, Bapak dan Ibu,” ucap Mulyana.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua DPC TTKKBI Kragilan, Tb. Yamin Kucir, yang hadir mendampingi warga menyampaikan sejumlah tuntutan tegas. Ia meminta agar pihak PT Khong Guan memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat pribumi saat proyek mulai berjalan.

“Kami mewakili warga penggarap meminta kepada Tim Rajawali selaku perwakilan perusahaan, tolong nanti kalau pembangunan sudah dimulai, utamakan warga sekitar dulu untuk bekerja. Jangan sampai warga pribumi cuma menjadi penonton saja di tanah sendiri. Selain itu, untuk sektor keamanan, kami minta warga lokal harus dilibatkan,” tegas Tb. Yamin Kucir.

Hingga audiensi berakhir, puluhan warga berharap pihak manajemen PT Khong Guan dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi para penggarap, mengingat lahan yang selama ini mereka manfaatkan merupakan tumpuan hidup sehari-hari sebelum alih fungsi lahan direalisasikan. [Aji]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *