Daerah  

Transformasi Layanan JKN: Lansia di Kebumen Rasakan Kemudahan Akses Rujukan dan Antrean Digital

admin
Transformasi Layanan JKN Lansia di Kebumen Rasakan Kemudahan Akses Rujukan dan Antrean Digital

KEBUMEN | MDN – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan secara nyata oleh Sumini (74), warga Desa Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun dan harus menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU Muhammadiyah Gombong, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini mengaku bisa jauh lebih fokus pada proses pemulihan tanpa dihantui beban finansial.

Didampingi sang suami, Jaman Ashari (78), Sumini saat ini tengah menjalani serangkaian pemeriksaan medis menyeluruh. Mengingat kondisinya, tim medis bahkan telah menyiapkan opsi rujukan lanjutan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta apabila diperlukan. Di tengah situasi krusial tersebut, momen kunjungan Customer Visit dari Petugas BPJS Satu pada Jumat (18/9/2026) menjadi angin segar yang memberikan kejelasan informasi bagi keluarga pasien.

Bagi Sumini dan keluarga, RS PKU Muhammadiyah Gombong bukanlah tempat yang asing. Riwayat rawat inap di masa lalu serta kebutuhan kontrol rutin setiap pekan membuat mereka dapat merasakan perbedaan kontras antara berobat sebagai pasien umum dan peserta JKN.

“Dulu saat berobat sebagai pasien umum, beban biayanya sangat besar dan menguras pikiran. Sekarang, dengan adanya BPJS Kesehatan, kekhawatiran soal tagihan itu hilang. Kami bisa sepenuhnya berkonsentrasi pada penyembuhan,” ujar Sumini. Ia juga mengapresiasi profesionalisme tenaga medis di rumah sakit tersebut yang selalu mengedepankan keramahan dan pelayanan prima kepada setiap pasien.

Aspek transparansi informasi menjadi sorotan penting dalam kunjungan tersebut. Sebelumnya, pihak keluarga sempat merasa cemas ketika mendengar indikasi rujukan medis ke luar daerah (Yogyakarta), terutama terkait prosedur administrasi yang kerap dianggap rumit.

Namun, keraguan tersebut langsung terjawab berkat penjelasan komprehensif dari Petugas BPJS Satu. Melalui komunikasi tatap muka, petugas memastikan bahwa peserta JKN tetap berhak mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan lintas wilayah selama sesuai dengan indikasi medis dan prosedur yang berlaku. Edukasi langsung ini sukses meredakan ketegangan keluarga dan memberikan pemahaman yang utuh.

Selain persoalan rujukan, kemudahan akses digital turut menjadi sorotan dalam pelayanan JKN saat ini. Petugas BPJS Satu turut mengenalkan dan mengingatkan pemanfaatan fitur Antrean Online pada Aplikasi Mobile JKN.

Bagi pasien lanjut usia dengan fisik yang rentan seperti Sumini, fitur ini memberikan efisiensi waktu yang signifikan. Keluarga tidak lagi harus datang sejak dini hari demi mendapatkan nomor antrean manual di rumah sakit. Dengan sistem digital ini, proses pendaftaran menjadi lebih terstruktur, praktis, dan tidak menguras energi pasien maupun pendamping.

Kisah Sumini mencerminkan bagaimana integrasi antara kepastian finansial JKN, inovasi layanan digital, serta pendampingan humanis dari BPJS Kesehatan mampu menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang inklusif dan memanusiakan pasien, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia. [Fandi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *