Warta  

Pemkab Muba Percepat Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan, Wabup Kyai Abdur Rohman Husen Pimpin Evaluasi Proyek Strategis

admin
Pemkab Muba Percepat Revitalisasi Jembatan mdn

PALEMBANG | MDN – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mempercepat penyelesaian revitalisasi Jembatan P.6 di Kecamatan Lalan, menyusul sejumlah kendala teknis di lapangan yang berdampak pada kelangsungan proyek strategis tersebut.

Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen memimpin langsung Rapat Evaluasi dan Penyampaian Progres Pelaksanaan Revitalisasi Jembatan P.6 Lalan di Kantor Perwakilan Muba, Palembang, Kamis (16/4/2026). Rapat dihadiri unsur pemerintah provinsi, perangkat daerah, pelaksana proyek, serta perwakilan masyarakat.

Turut hadir Asisten I Pemprov Sumsel Dr. Apriyadi M.Si, Asisten II Setda Muba Alva Elan SST MPSDA, Plt Kepala Dinas Perhubungan Muba M. Hatta SE MM, Kabag Hukum Setda Muba Yunita SH MH, Camat Lalan Jamian SPd MSi, serta perwakilan dari KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa, PT Dkonsindo, Dishub Provinsi Sumsel, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang.

Dalam arahannya, Wabup Kyai Abdur Rohman menegaskan bahwa Jembatan P.6 memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan penggerak ekonomi kawasan Lalan.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, karena itu kami mendorong percepatan pembangunan agar segera tuntas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaksana proyek bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Menurutnya, insiden tabrakan tongkang pengangkut batu bara pada 12 Agustus 2024 yang menyebabkan ambruknya jembatan harus menjadi pelajaran penting.

“Perlu keputusan final terkait opsi pekerjaan yang aman. Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang,” tegasnya.

Asisten I Pemprov Sumsel Dr. Apriyadi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengawal pembangunan jembatan tersebut. Ia menyoroti tingginya risiko di area proyek, terutama pada bentang sungai yang kerap dilintasi kapal tongkang.

“Pada bentang sungai sekitar 80 meter di lokasi pembangunan, sudah tiga kali terjadi tabrakan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Dari laporan pelaksana proyek KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa, progres pekerjaan hingga minggu ke-36 (periode 6–12 April 2026) mencapai 57,45 persen dari rencana 57,57 persen, dengan deviasi tipis minus 0,13 persen. Rincian progres meliputi:

  • Engineering: 10,44 persen
  • Procurement: 37,65 persen
  • Construction: 9,36 persen

Pekerjaan yang sedang berlangsung mencakup fabrikasi baja di workshop, pembesian pilecap, perkuatan platform, pemasangan tulangan, serta penyesuaian administrasi akibat gangguan lapangan.

Namun, pelaksana juga melaporkan insiden terbaru pada 5 April 2026, ketika Tugboat Paris 22 menabrak pipa shoring di titik P1, menyebabkan satu pipa roboh dan lainnya miring dengan pergeseran sekitar 2,53 meter. Selain itu, pasang air sungai masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaan proyek.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan memastikan pembangunan berjalan aman serta sesuai target waktu. Pemerintah Kabupaten Muba berharap revitalisasi Jembatan P.6 dapat segera rampung sehingga mobilitas dan ekonomi masyarakat Lalan kembali pulih. [SMT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *