Warta  

Kontes Ternak Kediri Bangkitkan Semangat Peternak, Populasi Sapi Terus Meningkat dan PMK Dinyatakan Nol Kasus

admin
IMG 20260506 WA0050 copy 766x460

KEDIRI | MDN  — Ratusan peternak sapi dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri ambil bagian dalam kontes ternak yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan setelah sempat terdampak pandemi dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kontes ternak tersebut disambut antusias oleh para peternak. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi, promosi, serta inspirasi bagi pelaku usaha peternakan di daerah.

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kontes ternak pertama yang kembali digelar sejak terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2019.

“Ini menjadi penyemangat bagi peternak sekaligus inspirasi bagi pimpinan daerah bahwa semangat peternak kita luar biasa dalam meningkatkan kualitas dan bobot ternak, bahkan ada yang menargetkan hingga 1,4 ton,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Kediri saat ini semakin membaik. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, status PMK dinyatakan nol kasus.

“Insyaallah sudah zero PMK. Laporan terakhir menunjukkan semua kasus sudah sembuh, sehingga kami berani kembali melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya.

Tutik juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap peternak tidak akan berkurang, termasuk dalam hal perencanaan program dan penganggaran ke depan.

Secara data, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024 tercatat sekitar 214 ribu ekor, dan pada 2025 meningkat menjadi sekitar 216 ribu ekor. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa sektor peternakan masih menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga masyarakat.

“Peternakan ini ada yang masih dianggap usaha sampingan dengan kepemilikan satu dua ekor, tapi ada juga yang sudah menjadi usaha utama dengan jumlah puluhan bahkan hingga 70 ekor lebih,” jelasnya.

Selain sapi potong, sektor peternakan di Kabupaten Kediri juga didukung oleh populasi unggas yang cukup besar. Untuk ayam petelur saja mencapai sekitar 6 hingga 7 juta ekor, menempatkan Kediri sebagai salah satu daerah penghasil terbesar di Jawa Timur setelah Blitar.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP juga memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi. Tercatat sekitar 12 ribu ekor sapi, 46 ribu ekor kambing, dan lebih dari 6 ribu ekor domba siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menariknya, permintaan hewan ternak dari luar daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah juga mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, sebagian besar permintaan sudah terpenuhi lebih awal oleh peternak lokal.

Namun demikian, Tutik mengakui bahwa harga kambing sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir akibat masuknya pasokan dari luar daerah. Meski begitu, saat ini harga mulai menunjukkan tren kenaikan meskipun belum sepenuhnya stabil.

Dalam kontes tahun ini, sebanyak 134 ekor sapi ditampilkan dalam berbagai kategori, termasuk sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil inseminasi buatan (IB), hingga kategori sapi ekstrem dengan bobot besar.

“Kegiatan ini adalah miniatur potensi peternakan Kabupaten Kediri. Harapan ke depan, peternak tetap semangat dan mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya penyediaan protein hewani, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” pungkasnya.[Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *