Warta  

Kabupaten Kediri Genjot Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Job Fair 2026, Fokus Lulusan SMA/SMK dan Sektor Teknisi

admin
IMG 20260506 WA0073 copy 1199x719

KEDIRI | MDN – Pemerintah Kabupaten Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran pada tahun 2026 melalui berbagai program peningkatan tenaga kerja. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggandeng puluhan perusahaan untuk membuka ribuan lowongan kerja, dengan fokus utama pada lulusan SMA/SMK serta kebutuhan tenaga teknisi yang semakin meningkat di dunia industri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Job Fair Kediri 2026 yang digelar di Simpang Lima Gumul Convention Hall pada 6–7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang strategis mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus membuka akses peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam acara ini, tersedia lebih dari 1.800 lowongan kerja dari lebih dari 40 perusahaan. Selain rekrutmen langsung, kegiatan juga diisi dengan talkshow bertajuk “Kiat Sukses Memasuki Dunia Kerja”, pelatihan singkat gratis seperti make-up artist dan barber, hingga pembagian doorprize dan souvenir menarik. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kediri, Dr. Sonny Subroto Maheri Laksono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengurangi pengangguran.

“Kolaborasi tidak hanya antara pemerintah daerah dan pihak swasta, tetapi juga harus melibatkan dunia pendidikan. Sekolah, khususnya kejuruan, dan perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan siswa dan mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang aman dan kondusif bagi para investor dan pelaku usaha, agar mampu membuka lebih banyak lapangan kerja. Menurutnya, pembangunan ketenagakerjaan merupakan bagian dari implementasi konstitusi dalam memberikan hak pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

“Kita tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan mandiri. Pemerintah juga telah menyusun database dunia industri dan perdagangan untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa pihaknya terus berinovasi dalam memperluas akses informasi lowongan kerja, termasuk melalui digitalisasi.

“Job fair ini menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan. Selain dilakukan secara offline, kami juga mulai mengembangkan sistem digital agar masyarakat bisa mengakses lowongan kerja hanya melalui ponsel,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya pada sulitnya mencari pekerjaan, tetapi juga pada kesenjangan antara kualifikasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

“Perusahaan sering menyampaikan bahwa mencari talenta yang sesuai kualifikasi juga tidak mudah. Ini menjadi tantangan bersama yang harus diselesaikan melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Disnaker juga memastikan bahwa informasi lowongan kerja yang disampaikan akurat dan langsung berasal dari perusahaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka secara bertahap.

Job Fair Kediri 2026 menjadi peluang besar bagi masyarakat, mulai dari lulusan baru hingga pencari kerja berpengalaman, untuk mendapatkan pekerjaan, magang, maupun peluang karier lainnya. Pemerintah mengimbau para peserta untuk mempersiapkan dokumen lamaran secara lengkap serta memanfaatkan sesi talkshow guna meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.[Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *