Warta  

Program KDKMP di Kabupaten Kediri Dinilai Bantu Pembangunan Desa dan Perekonomian Warga

admin
IMG 20260518 WA0022 copy 2880x1728

KEDIRI | MDN – Program KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di Kabupaten Kediri terus menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memberikan dampak positif terhadap pembangunan desa dan peningkatan perekonomian warga melalui sistem padat karya.

Dalam pelaksanaannya, berbagai pihak turut terlibat mulai dari pemerintah desa, pelaksana lapangan, hingga masyarakat setempat. Program tersebut disebut mampu membuka peluang kerja sekaligus mempercepat pembangunan fasilitas umum di desa

Menanggapi adanya pertanyaan terkait pelaksanaan program, salah satu perwakilan pelaksana tugas, Haji Isak menjelaskan bahwa dirinya bukan merupakan kontraktor dalam proyek KDKMP, melainkan hanya pelaksana tugas padat karya dari Kodim,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh tim pelaksana atau pihak yang telah ditunjuk sesuai prosedur dan kesepakatan yang berlaku.

Terkait Seluruh penggunaan dana dilakukan sesuai perencanaan, kebutuhan kegiatan, serta mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku,” jelasnya

Program KDKMP sendiri dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari membantu pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan fasilitas umum, hingga mendukung kebutuhan dan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Imam Baihaqi selaku perangkat Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, juga menyambut baik adanya program tersebut karena dianggap mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.

“Pemerintah desa pada dasarnya merasa terbantu dan menyambut baik adanya program KDKMP karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Tidak ada hubungan antara ASN, kontraktor atau pihak manapun selain konsultasi teknis dalam pelaksanaan kegiatan KDKMP,” terangnya.

Sebelumnya, salah satu petugas pelaksana padat karya KDKMP dari Kodim, Riski menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan membantu masyarakat melalui sistem padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Jadi masyarakat juga ikut terlibat langsung dalam pekerjaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Riski.

Riski berharap program tersebut dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kebersamaan warga.

Di sisi lain, Komandan Kodim 0809/Kediri, Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan KDKMP dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak ada keterlibatan ASN maupun kontraktor atau pihak lain di luar pelaksanaan kegiatan KDKMP di Kabupaten Kediri.

“Selama lima bulan saya menjabat sebagai Komandan Kodim, tidak pernah saya berhubungan dengan ASN tersebut, apalagi dinyatakan menerima fee dari program ini,” tegasnya.

Menurutnya, KDKMP bukan proyek komersial, melainkan program strategis pemerintah yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Dandim menjelaskan bahwa pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan, sedangkan Kodim bertanggung jawab melaksanakan pembangunan fisik dengan sistem padat karya. Sementara itu, Agrinas berperan sebagai penyedia anggaran di bawah tanggung jawab Wakil Panglima TNI.

“Saya selaku Kepala Kegiatan (Kalagiat) Satgas KDKMP di bawah Agrinas, Danramil sebagai koordinator unit, dan para Babinsa sebagai kepala unit masing-masing. Kami setiap hari turun langsung ke lokasi-lokasi KDKMP. Tidak ada intervensi dari ASN maupun pihak manapun,” papar Letkol Inf. Dhavid.

Program KDKMP menjadi salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong. Selain membantu percepatan pembangunan, program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga desa.[Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *