Daerah  

Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Gutomo dan Warga Gunungrejo Wujudkan Jalan Rabat Beton Secara Swadaya

admin
Gotong royong bangun jalan di Gunungrejo

LAMONGAN | MDN – Semangat membangun desa tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki. Hal itulah yang saat ini ditunjukkan oleh masyarakat Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Di tengah berkurangnya alokasi Dana Desa akibat penyesuaian kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung berbagai program nasional, pembangunan infrastruktur di desa tersebut justru tetap berjalan berkat kekuatan gotong royong dan swadaya masyarakat.

Pemerintah Desa Gunungrejo di bawah kepemimpinan Kepala Desa Gutomo berhasil membangun semangat kolektif warga untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan jalan lingkungan dan jalan dusun menggunakan konstruksi rabat beton. Program tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukanlah hambatan utama apabila masyarakat memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap kemajuan desanya.

Gotong royong bangun jalan di GunungrejoMenurut Gutomo, pembangunan yang saat ini berjalan merupakan hasil dari komunikasi yang intensif antara pemerintah desa dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui pendekatan yang mengedepankan kebersamaan, berbagai unsur masyarakat mulai dari perangkat desa, kepala wilayah, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga para ketua RT berhasil disatukan dalam satu visi pembangunan.

“Yang terpenting adalah bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa kemajuan desa merupakan tanggung jawab seluruh warga. Ketika masyarakat sudah memiliki rasa memiliki terhadap pembangunan, maka segala keterbatasan dapat diatasi bersama,” ujar Gutomo kepada MDN.

Gotong royong bangun jalan di GunungrejoSemangat tersebut kemudian diwujudkan dalam aksi nyata. Warga secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan pemikiran mereka demi mempercepat pembangunan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Tidak sedikit warga yang tetap terlibat dalam pekerjaan meskipun harus dilakukan hingga malam hari setelah menyelesaikan aktivitas rutin mereka.

Kehadiran jalan rabat beton ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa. Infrastruktur yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di tingkat desa.

Kades GunungrejoDalam kesempatan tersebut, Gutomo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap keberhasilan pembangunan jalan lingkungan dan jalan dusun tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Gunungrejo yang telah menunjukkan semangat luar biasa. Terima kasih kepada para kepala wilayah, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh warga yang telah bergotong royong tanpa mengenal lelah. Secara khusus saya juga memberikan apresiasi kepada Ketua RT H. Nur Alim yang selama ini aktif menggerakkan masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan,” tuturnya.

Ketua RT Desa Gunungrejo di balai desaSementara itu, Ketua RT H. Nur Alim mengatakan bahwa keterlibatannya dalam pembangunan desa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya hanya menjalankan amanah warga. Selama tenaga dan pikiran masih mampu diberikan untuk kemajuan desa, saya akan terus berupaya membantu. Yang membuat saya bangga adalah semangat masyarakat yang sangat tinggi. Mereka rela meluangkan waktu demi kepentingan bersama tanpa mengharapkan imbalan apa pun,” ungkapnya.

Menurut H. Nur Alim, kekompakan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi Desa Gunungrejo. Oleh karena itu, ia berharap budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, kesejahteraan, dan ketenteraman bagi seluruh warga Gunungrejo. Dengan kebersamaan dan persatuan, saya yakin desa ini akan semakin maju,” katanya.

TomasDukungan terhadap pembangunan tersebut juga datang dari tokoh masyarakat Desa Gunungrejo, H. Sunadji. Ia mengaku terharu sekaligus bangga melihat tingginya kepedulian warga terhadap pembangunan desa.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan jalan lingkungan yang sedang berlangsung tidak terlepas dari peran aktif seluruh masyarakat yang mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

“Saya merasa bangga melihat semangat warga yang begitu luar biasa. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan desa. Saya juga mengapresiasi peran Pak RT H. Nur Alim yang tidak hanya menggerakkan masyarakat, tetapi juga kerap memberikan dukungan secara pribadi demi kelancaran kegiatan bersama sehingga warga semakin bersemangat dalam bergotong royong,” ujar H. Sunadji.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan yang dicapai saat ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Gunungrejo. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Pembangunan jalan rabat beton yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat Desa Gunungrejo menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan warga mampu menghasilkan perubahan positif. Di tengah keterbatasan anggaran, masyarakat menunjukkan bahwa persatuan, kepedulian sosial, dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan terbesar dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Reporter : J2
Editor : Redaksi MDN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *