Lupa Matikan Tungku Air Ditinggal ke Sawah, Dua Rumah di Modo Lamongan Ludes Terbakar

admin
Kebakaran besar di Desa Jegreg

LAMONGAN | MDN – Diduga akibat kelalaian meninggalkan tungku dapur dalam kondisi menyala, dua unit rumah warga di Dusun Balong, Desa Jegreg, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (13/7/2026) pagi. Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp200 juta.

Peristiwa kebakaran yang sempat menggemparkan warga setempat itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang atau area dapur milik Samijah (65), seorang petani setempat.

Kapolsek Modo, AKP Witono Hariadi, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, petaka ini dipicu oleh aktivitas pemilik rumah yang memasak air namun ditinggal pergi ke sawah.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, penghuni rumah diduga sedang merebus air, kemudian ditinggal pergi ke sawah. Saat warga menyadari kebakaran, api sudah terlanjur membesar,” ungkap AKP Witono Hariadi saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Konstruksi material bangunan yang mayoritas mudah terbakar, ditambah dengan embusan angin kencang di lokasi, membuat kobaran api dengan cepat membesar. Amukan api bahkan langsung merembet dan melalap rumah milik tetangganya, Sudiro (50).

Aksi Gotong Royong dan Penjinakan Api

Sebelum petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba, puluhan warga sekitar sempat bahu-membahu menjinakkan api dengan peralatan seadanya. Warga berupaya keras melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke pemukiman padat lainnya. Namun, karena keterbatasan alat, api telanjur menjalar ke bagian belakang rumah Sudiro.

Sadar situasi kian membahayakan, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Merespons laporan tersebut, sejumlah armada gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Petugas yang dikerahkan meliputi dua unit Damkar Korwil Ngimbang, satu armada Damkar Bojonegoro Pos Kedungadem, serta bantuan personel dari Damkar Batalyon TP/887 KJM Ngimbang.

Setibanya di lokasi, petugas gabungan bersama warga langsung bergerak cepat melakukan penyemprotan secara intensif. Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total.

AKP Witono memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Kendati demikian, kerugian materiil yang diderita kedua korban tergolong cukup besar.

“Akibat kejadian ini, korban Samijah diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp125 juta, sedangkan korban Sudiro mengalami kerugian sekitar Rp75 juta. Total kerugian secara keseluruhan ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkas Kapolsek Modo. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *