Warta  

Antisipasi Kekeringan, Korem 081/DSJ Genjot Irigasi Perpompaan di Ngawi

admin
Antisipasi kekeringan di Ngawi

NGAWI | MDN – Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) memperketat langkah antisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengintensifkan pemanfaatan bantuan irigasi perpompaan (Irpom) untuk menjaga ketersediaan air di lahan persawahan.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, saat meninjau area persawahan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jumat (17/7/2026). Kunjungan ini bertepatan dengan momentum keikutsertaan jajaran Korem dalam sambungan langsung (virtual) bersama Presiden Prabowo Subianto pada agenda panen raya serentak di 43 lokasi nasional.

Menurut Kolonel Untoro, ketersediaan air menjadi faktor paling krusial bagi para petani di tengah cuaca panas yang ekstrem. Oleh karena itu, fasilitas Irpom yang merupakan program kolaborasi antara TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertanian (Kementan) terus digenjot operasinya.

“Irpom ini menjadi solusi konkret dan efektif untuk mengatasi keterbatasan pasokan air di musim kemarau. Lahan persawahan yang tadinya kering dan sulit teraliri, kini bisa tetap produktif berkat optimalisasi pompa air ini,” ujar Danrem usai meninjau lokasi.

Tidak hanya mengandalkan infrastruktur teknologi pompa, Korem 081/DSJ juga memaksimalkan peran bintara pembina desa (Babinsa) sebagai garda terdepan pendampingan petani. Danrem menginstruksikan seluruh Babinsa untuk proaktif mengawal proses pertanian, mulai dari fase tanam hingga masa panen tiba.

“Babinsa kami turunkan langsung ke lapangan untuk memastikan proses tanam berjalan lancar, mendeteksi serangan hama, mengatur distribusi air, hingga menjembatani koordinasi dengan instansi pemerintah daerah jika ditemukan hambatan teknis,” tegasnya.

Melalui sinergi erat antara TNI, pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh, dan kelompok tani, Kolonel Untoro optimistis ketahanan pangan regional tetap kokoh meski dihadapkan pada tantangan iklim.

“Tujuan utama kami adalah memastikan produktivitas tidak boleh turun. Jika hasil panen terjaga dan meningkat, maka kesejahteraan petani ikut terangkat, dan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat dapat terwujud,” pungkas Kolonel Untoro. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *