Warta  

Diduga Usai Santap MBG, 117 Siswa SMPN 1 Kras Alami Gejala Keracunan

admin
IMG 20260727 WA0047

KEDIRI | MDN  – Sebanyak 117 siswa SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, diare, mulas, hingga pusing setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluhan mulai dirasakan para siswa usai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (23/7). Akibat kondisi tersebut, banyak siswa mengalami penurunan kondisi fisik sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada keesokan harinya, Jumat (24/7). Tercatat sebanyak 117 siswa tidak masuk sekolah karena mengalami gejala serupa.

Kepala SMPN 1 Kras, Soedjito, membenarkan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Menurutnya, sejumlah siswa bahkan harus diizinkan pulang lebih awal karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk tetap mengikuti pelajaran.

“Hari ini pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sudah kami panggil untuk evaluasi,” ujar Soedjito saat ditemui.

Meski demikian, Soedjito menegaskan bahwa hingga kini penyebab pasti munculnya keluhan tersebut belum dapat dipastikan. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan apakah insiden tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.

Sebagai tindak lanjut, petugas dari SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendatangi SMPN 1 Kras. Mereka melakukan evaluasi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta menelusuri kemungkinan penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Tim juga terlihat melakukan koordinasi di ruang kepala sekolah dan meninjau sejumlah siswa yang sempat mendapatkan perawatan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sementara itu, Koordinator SPPI Kabupaten Kediri Ahmad Gunawan belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, ia meminta agar informasi terkait penanganan kasus disampaikan melalui Satgas MBG Kabupaten Kediri.

“Kita belum tahu,” ujarnya singkat ketika ditanya mengenai penyebab sakit yang dialami para siswa.

Pihak sekolah berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera keluar sehingga penyebab insiden tersebut dapat diketahui secara pasti. Hasil tersebut juga diharapkan menjadi dasar evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih aman dan tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa maupun orang tua.

Kasus dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis ini menambah daftar insiden serupa yang sebelumnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Pada beberapa kasus terdahulu, puluhan hingga ratusan siswa juga dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Meski demikian, setiap kasus tetap memerlukan investigasi dan hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab sebenarnya.[Yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *