Warta  

Rapatkan Barisan di Kecamatan Sine, DPC PDIP Ngawi Gelar Musyawarah Ranting Berjenjang

admin
Konsolidasi PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI | MDN – Memperkuat struktur organisasi hingga basis paling bawah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) di Kantor Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sine, Minggu (2/8/2026). Agenda ini menjadi langkah strategis partai berlambang banteng tersebut dalam mengonsolidation kekuatan internal menghadapi agenda politik mendatang.

Kegiatan konsolidasi akar rumput ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, jajaran pengurus DPC, kader tingkat ranting, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi dari daerah pemilihan (dapil) setempat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengungkapkan bahwa Musran merupakan mekanisme internal rutin lima tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang—mulai dari tingkat Pusat (DPP), Daerah (DPD), Cabang (DPC), Anak Cabang (PAC), hingga berlanjut ke kepengurusan ranting di tingkat desa.

“Musyawarah Ranting ini adalah bagian integral dari konsolidasi organisasi. Melalui forum ini, kami melakukan reorganisasi kepengurusan desa untuk memastikan struktur partai di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi semakin kokoh dan siap menghadapi agenda Pemilu,” ujar sosok yang akrab disapa Mas Antok tersebut kepada wartawan di lokasi acara.

Mas Antok menegaskan, Musran di Kecamatan Sine tidak sekadar agenda seremonial pergantian pengurus, melainkan sarana krusial untuk mempererat koordinasi, komunikasi, dan soliditas antar-kader. Kekuatan organisasi di tingkat basis dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan rakyat.

Selain fokus pada penataan internal, Mas Antok menginstruksikan seluruh pengurus desa yang terpilih agar hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kader diminta peka terhadap berbagai persoalan sosial dan aktif memperjuangkan solusi bagi warga di lingkungan masing-masing.

“Partai harus memberi manfaat langsung bagi rakyat. Pengurus di tingkat desa wajib proaktif membangun komunikasi, mendengarkan keluhan warga, dan bersama-sama menghadirkan solusi konkret atas permasalahan yang ada. Inilah kunci agar PDI Perjuangan tetap menyatu dengan masyarakat,” tegasnya.

Melalui penuntasan Musran ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi optimistis kerja-kerja politik dan pengabdian masyarakat di tingkat akar rumput dapat berjalan lebih terarah dan solid menjelang kontestasi politik yang akan datang. [Don]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *