Cetak Prestasi PTN Sekaligus Bekali Skill Kerja, SMAN 1 Kedungpring Perkuat Program Double Track

admin
Cetak Prestasi PTN Sekaligus Bekali Skill Kerja, SMAN 1 Kedungpring Perkuat Program Double Track

LAMONGAN | MDN – SMA Negeri 1 Kedungpring (SMAKED) mencatatkan lompatan prestasi signifikan dalam mengantarkan lulusannya menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah siswa yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri melonjak dari 54 siswa menjadi 106 siswa.

Kepala SMAN 1 Kedungpring, Wantono Gono Putro, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan fungsi institusional SMA, yakni mempersiapkan peserta didik menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

“Dahulu persentase lulusan kami yang masuk PTN berada di bawah 15 persen. Hari ini sudah mencapai 106 siswa dari total sekitar 400 siswa per angkatan. Target besar kami dalam tiga tahun ke depan, setidaknya 50 persen atau mendekati 200 alumni SMAKED bisa diterima di PTN,” ujar Wantono saat diwawancarai oleh media MDN.

Untuk merealisasikan target tersebut, pihak sekolah menerapkan sistem pembinaan mutu dan kedisiplinan berjenjang:

Kelas X (Diberikan Kegiatan Kesamaptaan): Dengan tujuan untuk meningkatkan Disiplin, Wawasan Kebangsaan,dan membentuk tubuh yg lebih sehat, bugar agar siswa mampu belajar lebih lama.

Kelas XI (Kompetensi Global): Pembimbingan wajib Bahasa Inggris setiap minggu bekerja sama dengan lembaga profesional untuk membekali keterampilan bahasa internasional.

Kelas XII (Fokus Kelulusan PTN): Pemantapan intensif menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Di samping memacu capaian akademik melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri, SMAN 1 Kedungpring tidak meninggalkan program Double Track dari Dinas Pendidikan Jawa Timur. Program ini memfasilitasi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar tetap memiliki modal keterampilan kerja mandiri.

Saat ini, SMAKED membekali siswanya dengan dua bidang keahlian terapan, yaitu Tata Boga dan Tata Rias (Kecantikan), yang rencananya akan terus dikembangkan ke jurusan lain.

“Setiap anak memiliki jalan kesuksesan yang berbeda. Misi utama kami adalah mengantarkan sebanyak mungkin siswa kuliah di perguruan tinggi negeri, namun bagi yang harus bekerja, mereka sudah kami bekali skill yang matang dan berdaya saing,” pungkas Wantono. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *