Gara-Gara Sampah Dibakar, Lahan Tebu Petani di Kembangbahu Lamongan Nyaris Ludes

admin
Sinergi Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Tebu

LAMONGAN | MDN – Respon cepat petugas gabungan berhasil menggagalkan potensi kebakaran hebat yang melanda area perkebunan tebu di Dusun Puter, Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Kamis (13/8) sore. Si jago merah yang sempat membuat panik warga berhasil dijinakkan dalam waktu satu jam sebelum meluas ke lahan pertanian sekitar.

Insiden kebakaran tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Penanganan cepat dilakukan setelah Polsek Kembangbahu menerima laporan masyarakat pada pukul 17.40 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, membenarkan kesiapsiagaan jajarannya dalam merespon aduan warga tersebut.

“Mendapat informasi dari masyarakat, personel Polsek Kembangbahu bergerak cepat mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar),” ujar IPDA M. Hamzaid saat memberikan keterangannya.

Dua unit armada Damkar dari Pos Ngimbang dan Lamongan diterjunkan ke lokasi. Bersama Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H., anggota Polsek, Satpol PP Kecamatan, perangkat desa, serta warga sekitar, bahu-membahu menundukkan kobaran api. Berkat kerja sama solid ini, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.40 WIB.

Salah seorang warga lokal yang berada di lokasi, Subandi (48), menceritakan detik-detik awal muculnya kobaran api yang sempat memicu kepanikan pengendara yang melintas.

“Awalnya asap tebal membumbung dari tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Mantup–Lamongan. Karena angin lumayan kencang, api tiba-tiba menyambar ke area tanaman tebu. Beruntung polisi dan petugas Damkar datang sangat cepat, jadi api tidak sempat merembet lebih jauh ke kebun sebelah,” tuturnya.

Lahan tebu yang terdampak diketahui milik Y (55), seorang petani asal Desa Katemas, Kecamatan Kembangbahu. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil akibat terbakarnya sebagian tanaman tebu ditaksir mencapai Rp5.000.000.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api diduga kuat berasal dari tumpukan sampah di bahu Jalan Raya Mantup–Lamongan yang dibakar oleh oknum tak bertanggung jawab, lalu tertiup angin hingga merembet ke area perkebunan.

Atas kejadian ini, pihak Polres Lamongan kembali menegaskan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di dekat lahan pertanian atau area yang rawan terbakar.

“Kami mengimbau keras masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan di pinggir jalan maupun dekat lahan perkebunan. Kelalaian kecil seperti ini bisa berdampak fatal dan merugikan orang lain,” tegas IPDA Hamzaid. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *