Daerah  

Krisis Air Bersih Parah di Pemalang: PLN Salurkan 200 Tangki untuk Puluhan Ribu Warga Terdampak

admin
Atasi Kekeringan, Pemkab Pemalang Terima Bantuan 200 Tangki Air Bersih dari PLN

PEMALANG | MDN – Rasa haru dan lega menyelimuti ratusan warga Dusun Silongok, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Di tengah gempuran puncak musim kemarau yang mengeringkan sumur-sumur pemukiman, pasokan bantuan 200 tangki air bersih setara 1 juta liter dari PT PLN (Persero) resmi disalurkan untuk menanggulangi krisis air bersih di kawasan tersebut.

Bantuan kemanusiaan yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Wilayah Tegal tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ubaidillah Alif dari TJSL PLN Wilayah Tegal kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Wiji Mulyati. Bantuan tersebut kemudian langsung diteruskan kepada Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, untuk didistribusikan secara terpadu ke 30 desa terdampak di 7 kecamatan.

Penyerahan dan penyaluran perdana dipusatkan di RT 12 RW 07 Dusun Silongok, Desa Belik—wilayah yang saat ini masuk dalam “peta merah” kekeringan akibat tidak adanya sumber mata air yang mengalir.

Suasana penampungan air mendadak riuh saat armada tangki mulai mengucurkan air bersih ke jeriken dan bak penampungan warga. Salah seorang warga setempat menumpahkan rasa syukurnya atas bantuan yang sangat dinantikan ini.

“Sudah hampir dua bulan ini kami harus jalan jauh turun ke lembah atau beli air galon hanya untuk masak dan minum. Jangankan mandi sehari dua kali, untuk cuci piring saja kami irit-irit betul. Bantuan tangki air dari PLN dan Pemkab ini betul-betul menyambung napas kami,” tutur Rasmini (48), warga Dusun Silongok sembari menata deretan jeriken plastiknya di lokasi penyaluran.

Mewakili Plt. Bupati Pemalang, Kadinkes Wiji Mulyati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian PLN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan 200 tangki dari PLN. Kami juga berterima kasih kepada PMI yang sudah mengoordinasikan penyalurannya di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Semoga bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujar Wiji Mulyati.

Saat ini, sinergi lintas instansi antara BPBD, PMI, Baznas, PDAM, dan para relawan mencatat rata-rata distribusi air bersih mencapai 125 ribu liter per hari. Langkah dropping air darurat ini diproyeksikan akan terus berlangsung hingga akhir September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menjelaskan bahwa total bantuan 200 rit tangki dari PLN setara dengan 1 juta liter air bersih. Bantuan tersebut difokuskan untuk wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, seperti Kecamatan Pulosari, Belik, dan Watukumpul.

“Kondisi kekeringan saat ini sudah mencapai puncaknya, sehingga bantuan air bersih dalam jumlah besar seperti ini sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat,” tegas Agus.

Sementara itu, Ubaidillah Alif dari TJSL PLN Wilayah Tegal menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata komitmen BUMN dalam hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda bencana kemarau panjang.

“Alhamdulillah PLN dapat memberikan kontribusi berupa bantuan 200 tangki air bersih. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban desa-desa yang terdampak kekeringan,” ungkap Ubaidillah.

Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, menambahkan bahwa bantuan tersebut dialokasikan ke 30 desa di 7 kecamatan, meliputi Belik, Pulosari, Warungpring, Randudongkal, Watukumpul, Bantarbolang, dan Bodeh. PMI sendiri sebelumnya telah menyalurkan 257 tangki dan akan terus mengoperasikan armada distribusi sebanyak 8 hingga 10 tangki per hari.

“Ini adalah kerja sama bersama di bawah kendali Pak Plt. Bupati. Kami bergerak cepat agar kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” terangnya.

Kondisi memprihatinkan juga dipaparkan Kasi Pemdes Belik, Dikin. Menurutnya, Dusun Silongok menjadi prioritas utama karena terisolasi dari akses sumber mata air alami. Secara keseluruhan, Desa Belik dihuni oleh 15.663 jiwa di 41 RT dan 7 dusun, di mana terdapat 43 titik kekeringan dengan titik rawan terparah berada di Dusun Gondang, Kepus, Tengah, dan Silongok.

“Musim kemarau membuat sumur warga mengering dan mata air musiman terhenti. Dropping air menjadi satu-satunya solusi. Kami berharap jika kondisi kekeringan meluas, kuota bantuan air bersih dapat terus ditambah,” harap Dikin. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *