Warta  

Lepas dari Pengobatan Mandiri, Warga Banyumas Andalkan JKN Pulihkan Penglihatan di RS Purbowangi

admin
Lepas dari Pengobatan Mandiri, Warga Banyumas Andalkan JKN Pulihkan Penglihatan di RS Purbowangi

KEBUMEN | MDN – Keputusan berani diambil oleh Ngadiarti (58), warga Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Banyumas, setelah berbulan-bulan menahan derita akibat penurunan fungsi penglihatan. Sempat mencoba jalur pengobatan mandiri menggunakan obat herbal daring, ia akhirnya memilih menyerahkan penanganannya kepada tenaga medis profesional di RS Purbowangi, Kebumen, didukung kepastian Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Perjalanan panjang Ngadiarti bermula ketika mata kirinya perlahan kehilangan kemampuan melihat secara total. Alih-alih langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, ia sempat menunda karena ketergantungan pada waktu luang anggota keluarga yang harus mengantarnya. Dalam masa penantian tersebut, ia mencoba mengatasi keluhannya dengan membeli obat herbal secara online. Namun, kondisi justru memburuk ketika mata kanannya mulai ikut merasakan sakit dan pegal yang mengganggu aktivitas harian.

Titik balik terjadi saat rasa sakit sudah tidak tertahankan. Didampingi adiknya, Ruminah (50), Ngadiarti mendatangi puskesmas setempat untuk mendapatkan rujukan. Mempertimbangkan aspek jarak, pilihan jatuh pada RS Purbowangi, Kebumen. Di fasilitas kesehatan inilah ketakutan Ngadiarti terpangkas berkat keramahan dan kecepatan tanggap para tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat yang aktif memberikan penjelasan komprehensif mengenai prosedur perawatan.

Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Ngadiarti merasakan langsung kehadiran negara dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan. Kepastian pembiayaan ini membuatnya bisa fokus pada proses penyembuhan tanpa kecemasan finansial.

Bagi keluarga, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga agar masyarakat tidak mengabaikan gangguan kesehatan sekecil apa pun atau terlambat mengambil keputusan medis. Dukungan moral keluarga serta kemudahan akses layanan melalui JKN terbukti menjadi pilar utama bagi Ngadiarti untuk kembali mendapatkan asa kesehatan matanya.

[Reporter: Fandi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *