Warta  

Kodim 1426/Takalar Peringati Maulid Nabi, Dandim Ajak Prajurit TNI Teladani Akhlak Rasulullah

admin
Kodim 1426 takalar gelar maulid nabi muhammad saw 1447 h

Kodim 1426 takalar gelar maulid nabi muhammad saw 1447 h 2TAKALAR – MDN | Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi, Komando Distrik Militer (Kodim) 1426/Takalar menggelar acara religius di Masjid Al-Aras Makodim, Jalan Fitrah No.9, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Senin (17/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Personel TNI Prima Melalui Sunnah Rasulullah”.

Komandan Kodim 1426/Takalar, Letkol Inf Faizal Amin, S.I.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan prajurit.

“Maulid Nabi adalah saat yang tepat untuk merenungkan kembali akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW. Beliau adalah teladan dalam kesederhanaan, keberanian, dan pelayanan kepada umat,” ujar Faizal Amin.

Kodim 1426 takalar gelar maulid nabi muhammad saw 1447 h 4Dandim mengajak seluruh jajaran TNI, termasuk Persit Kartika Chandra Kirana dan masyarakat yang hadir, untuk menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

“Nilai-nilai Rasulullah sangat relevan dengan semangat pengabdian TNI. Kita harus menjadi prajurit yang profesional, berkarakter kuat, dan senantiasa dekat dengan rakyat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter personel TNI yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi.

Acara Maulid Nabi di Makodim Takalar dihadiri oleh seluruh prajurit, anggota Persit, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Peringatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual prajurit, sejalan dengan program pembinaan personel TNI AD yang menekankan keseimbangan antara profesionalisme dan nilai-nilai keagamaan. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *