Festival Dayung Tejoasri 2025: Bupati Lamongan Serahkan Trofi, 40 Tim Antar Desa Berlaga di Bengawan Solo

admin
Festival dayung tejoasri 2025

LAMONGAN – MDN – Suasana Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, berubah semarak pada Minggu (14/9/2025) dengan digelarnya Festival Dayung Antar Desa se-Jawa Timur. Sebanyak 40 tim dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, termasuk Gresik, Bojonegoro, Sidoarjo, Pasuruan, dan tuan rumah Lamongan, turut ambil bagian dalam ajang olahraga tradisional yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.

Setelah melalui persaingan sengit di atas aliran Bengawan Solo, tim dari Desa Tebaloan, Kabupaten Gresik, berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Desa Kabalan (Bojonegoro), juara ketiga oleh Desa Tambaklekok (Pasuruan), dan juara harapan satu oleh Desa Parengan (Lamongan).

Trofi dan hadiah diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, serta jajaran kepala OPD dan perangkat desa setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur menekankan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga sarana pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal.

“Festival ini mampu menjadi pemantik potensi sosial budaya, pariwisata, hingga ekonomi masyarakat Lamongan. Saya apresiasi Desa Tejoasri yang konsisten mengembangkan kegiatan ini dari tingkat desa, kabupaten, hingga kini skala provinsi,” ujar Pak Yes.

Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menyebutkan bahwa setiap tim terdiri dari delapan pendayung, satu maskot, satu ofisial, dan satu cadangan. Ia menyampaikan rasa bangga atas antusiasme peserta dan dukungan masyarakat.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyebut Festival Dayung Tejoasri sebagai event yang lengkap. Menurutnya, kegiatan ini mengandung nilai sejarah, budaya, dan ekonomi.

“Bengawan Solo bukan hanya sungai, tapi simbol kejayaan dari era Majapahit hingga peradaban Islam. Festival ini menghidupkan kembali semangat itu,” ungkap Hadi.

Lebih dari 100 UMKM lokal turut meramaikan festival dengan produk khas Lamongan, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa olahraga tradisional bisa bersinergi dengan sektor ekonomi kreatif.

Festival ini juga menjadi ajang memperkuat nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, semangat sehat melalui olahraga, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berbasis budaya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Festival Dayung Tejoasri 2025 menegaskan bahwa tradisi bisa menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berdaya. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *