Daerah  

Subandi Tegaskan Sinergi Total, Sidoarjo “Perang” Lawan Sampah

admin
Subandi Tegaskan Sinergi Total, Sidoarjo “Perang” Lawan Sampah

SIDOARJO | MDN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo semakin serius menuntaskan persoalan sampah yang kian kompleks. Bupati H. Subandi menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa hingga tingkat RT/RW.

Pernyataan itu disampaikan Subandi usai mendampingi tiga desa—Kepadangan, Kebaron (Kecamatan Tulangan), dan Ketegan (Kecamatan Tanggulangin)—dalam rapat koordinasi di Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (22/4/2026). Fokus utama adalah menghidupkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) yang belum berfungsi optimal.

“Kalau ada TPS3R yang macet, harus segera dikawal. Kita lakukan pemetaan, evaluasi bulanan, bahkan pemantauan harian. Sampah ini musuh bersama, tidak bisa ditangani setengah hati,” tegas Subandi.

Subandi menambahkan, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan dari luar desa. Untuk menegakkan tata tertib, Pemkab berencana menggandeng kepolisian agar ada efek jera bagi pelanggar. “Kalau sudah diperingatkan tapi tetap melanggar, kita libatkan aparat hukum,” ujarnya.

Plt. Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan bahwa banyak desa sebenarnya memiliki struktur pengurus sampah, namun tidak berjalan efektif. Ia menyoroti lemahnya manajemen, tungku insinerator yang terbengkalai, serta iuran masyarakat yang tidak dikelola transparan.

“Iuran Rp15 ribu sampai Rp25 ribu itu harus jelas alokasinya: untuk pemilah, transportasi, hingga residu ke TPA. Kalau ada pengurus yang tidak amanah, bisa masuk ranah pidana,” tegas Arif. Ia juga membuka ruang pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan, serta menyiapkan pendampingan untuk membentuk kepengurusan baru yang lebih akuntabel.

Subandi menutup dengan penegasan bahwa keberhasilan penanganan sampah bergantung pada sinergi semua pihak. “Mulai dari Bupati, DLHK, Camat, Kepala Desa, sampai RT/RW harus bergerak. Ini perang melawan sampah, dan hanya bisa dimenangkan kalau semua stakeholder ikut berperan,” tandasnya. [SWD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *