Warta  

Pemkab Lamongan Gencarkan Vaksinasi Sapi dan Edukasi Peternak untuk Tekan PMK

admin
Pemkab Lamongan Gencarkan Vaksinasi

LAMONGAN | MDN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan melaksanakan vaksinasi sapi sehat serta memberikan edukasi langsung kepada peternak. Upaya ini dilakukan guna menekan penyebaran PMK sekaligus memastikan kesehatan hewan ternak di wilayah setempat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiyah Nur Hayati, menyampaikan bahwa pemantauan populasi sapi saat ini mencapai 404 ekor. Dari jumlah tersebut, 74 ekor terkonfirmasi terjangkit PMK, 155 ekor dalam kondisi sehat, 154 ekor telah sembuh, dan enam ekor dilaporkan mati. “Vaksinasi terus kami lakukan disertai pembinaan langsung kepada peternak agar penanganan lebih efektif,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Shofiyah menjelaskan, pada tahun 2026 Lamongan menerima bantuan 14.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, bantuan vaksin dari pemerintah pusat masih menunggu penyaluran.

Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat melalui pemeriksaan rutin di pasar sapi milik pemerintah daerah. “Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sapi yang diperiksa dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan juga mengintensifkan edukasi kepada peternak terkait penanganan sapi sakit, termasuk penerapan kebersihan kandang dan pembatasan pergerakan ternak. Untuk memperkuat pengendalian di tingkat desa, pihaknya telah menerbitkan dua kali surat edaran kepada camat agar menginstruksikan kepala desa membatasi akses orang luar ke area kandang.

“Langkah vaksinasi, edukasi, dan pengawasan dilakukan secara terpadu agar pengendalian PMK lebih efektif,” tegas Shofiyah.

Dengan strategi terpadu ini, Pemkab Lamongan berharap penyebaran PMK dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi perekonomian peternak yang bergantung pada keberlangsungan usaha sapi. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *