BANTEN | MDN – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pelabuhan utama di Banten, Kamis (26/2/2026).
Pelabuhan BBJ Bojonegoro, Pelindo Ciwandan, hingga Merak menjadi titik fokus pengawasan karena berperan vital sebagai jalur penyeberangan Jawa–Sumatera dalam Operasi Ketupat 2026.
Agus bersama jajaran kepolisian dan stakeholder terkait meninjau kesiapan fasilitas, alur kendaraan, serta sistem pelayanan penumpang. Ia menegaskan seluruh pelabuhan telah berada dalam kondisi optimal dengan strategi pengamanan yang matang.
“Kesiapan di Merak sudah sangat baik. Semua pihak sudah memaparkan langkah antisipasi. Kami ingin memastikan Operasi Ketupat berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya,” ujar Agus.
Operasi Ketupat tahun ini mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dengan pengamanan di lima klaster utama:
- Jalan tol dan jalur alternatif
- Pelabuhan penyeberangan
- Bandara, stasiun, dan terminal
- Tempat ibadah
- Lokasi wisata
Polri menyiapkan skenario berbasis teknologi dan data real-time agar pengambilan keputusan di lapangan lebih presisi.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, memastikan kebijakan single ticketing kembali diterapkan. Seluruh tiket penyeberangan Merak (20–23 Maret) dan Bakauheni (23–29 Maret) berlaku sebagai tiket reguler tanpa kelas eksekutif.
ASDP juga menyiapkan armada bus listrik di Terminal Terpadu Merak untuk mempercepat mobilitas penumpang menuju dermaga.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan komitmen perlindungan maksimal bagi pemudik. Program Zero Pending Claim digulirkan selama periode angkutan Lebaran 2026, dengan koordinasi lintas sektor untuk menekan angka fatalitas kecelakaan.
Agus menekankan bahwa Operasi Ketupat merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia mengimbau pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas agar perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar. [KJI]













