Warta  

Skrining TB di Lamongan: 556 Kasus Positif, 6 Meninggal

admin
Skrining TB di Lamongan 556 Kasus Positif, 6 Meninggal

LAMONGAN | MDN – Upaya skrining tuberculosis (TB) di Kabupaten Lamongan terus dilakukan secara intensif. Sepanjang bulan ini, Dinas Kesehatan setempat mencatat 556 kasus positif TB dengan enam di antaranya meninggal dunia. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit menular akibat mycobacterium tuberculosis masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Chaidir Annas, menjelaskan bahwa temuan kasus TB bertambah setiap harinya. Meski demikian, ia menekankan bahwa tingkat kesembuhan cukup tinggi apabila penderita rutin menjalani pengobatan. “Kita temukan kasusnya, obati, dan tekan angka penularan,” ujarnya.

Menurut Annas, pemutusan rantai penularan dapat dilakukan dengan memperluas skrining, terutama pada kelompok berisiko seperti kontak serumah, perokok, penderita diabetes melitus (DM), serta orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Diagnosa cepat bisa dilakukan melalui pemeriksaan TCM dan rontgen.

Ia menambahkan, kasus meninggal umumnya bukan murni akibat TB, melainkan kondisi lain yang diperburuk oleh infeksi tersebut. TB sendiri biasanya menyerang paru-paru, namun dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, otak, dan ginjal.

TB dapat diobati dengan terapi rutin selama enam bulan hingga satu tahun, dengan evaluasi berkala menggunakan sampel dahak. Selain itu, penderita disarankan menjaga pola hidup sehat, termasuk berjemur di pagi hari untuk membantu pemulihan.

Pada 2025, Lamongan mencatat 3.564 kasus TB dengan 94 kematian. Angka tersebut menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan skrining sebagai bagian dari program eliminasi TB nasional. “Kami akan terus melakukan skrining untuk mendukung target eliminasi TB,” tegas Annas. [AT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *