Warta  

Bojonegoro Percantik Perbatasan dan Perkuat Keamanan Lewat Lampu Ikonik Jembatan TBT

admin
Bojonegoro Percantik Perbatasan

BOJONEGORO | MDN – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) terus melakukan pembenahan infrastruktur penerangan jalan. Fokus utama saat ini adalah optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU), termasuk pemasangan lampu ikonik di kawasan Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) yang menghubungkan Kecamatan Kanor dan Rengel.

Sebanyak 14 titik lampu LED berdaya 90 Watt telah terpasang di sisi jalan menuju jembatan, menampilkan ikon Mliwis Putih sebagai wajah baru kawasan perbatasan. Selain mempercantik tampilan, kehadiran lampu ini diharapkan mampu membuka simpul ekonomi baru dan meningkatkan kenyamanan warga.

Kepala Bidang PJU DPKPCK Bojonegoro, Sarifuddin, menjelaskan bahwa pemasangan lampu ikonik memiliki tiga tujuan utama:

  • Mendorong aktivitas ekonomi malam hari antar kabupaten.
  • Meningkatkan keamanan rest area di sekitar jembatan.
  • Memberikan sambutan hangat bagi pemudik yang melintasi wilayah tersebut.

“Pemasangan lampu ini bukan sekadar estetika, tapi bagian dari strategi pembangunan kawasan yang aman dan produktif,” ujar Sarifuddin.

DPKPCK Bojonegoro juga melakukan penyisiran dan perawatan terhadap sekitar 17.000 titik PJU di seluruh wilayah. Setiap tahun, sekitar 3.000 titik lampu diperiksa dan diperbaiki oleh tim teknis yang bertugas di lima kecamatan. Bahkan, layanan perbaikan tetap berjalan di akhir pekan. “Penanganan di lapangan sangat bergantung pada kondisi cuaca,” tambahnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, tim piket PJU akan tetap bersiaga selama masa cuti bersama. Fokus utama adalah menjaga penerangan di wilayah kota agar suasana lebaran tetap nyaman dan aman. “Kami tetap menerima pengaduan dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti,” tegas Sarifuddin.

Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang publik yang terang, aman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di kawasan strategis seperti Jembatan TBT. [SAT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *