Warta  

Lebaran Dongkrak Inflasi, Gresik Tetap Jadi Daerah Paling Terkendali di Jatim

admin
Dinamika Ekonomi Gresik

GRESIK | MDN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, geliat ekonomi Kabupaten Gresik mengalami dinamika yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik mencatat inflasi bulanan (month to month) pada Maret 2026 sebesar 0,98 persen. Secara tahunan (year on year) inflasi mencapai 3,16 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date) berada di angka 1,29 persen.

Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa kenaikan ini erat kaitannya dengan meningkatnya konsumsi masyarakat saat Lebaran. “Inflasi Maret 2026 yang bertepatan dengan Lebaran tercatat lebih tinggi dibanding Februari yang merupakan awal Ramadan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Lonjakan harga bahan pangan menjadi faktor dominan. Komoditas seperti udang basah, daging ayam ras, ikan bandeng, mujair, daging sapi, telur ayam, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat mengalami kenaikan signifikan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat menyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,88 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Penurunan harga emas perhiasan, cumi-cumi, dan buah melon memberikan kontribusi deflasi. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi 0,03 persen, terutama karena turunnya harga emas perhiasan.

Meski tekanan musiman cukup kuat, inflasi tahunan Gresik masih tergolong terkendali. Bahkan, dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, Gresik mencatat inflasi tahunan terendah, yakni 3,16 persen. Komoditas seperti tarif listrik, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan bandeng, dan udang basah menjadi pendorong inflasi tahunan, sementara bawang putih, cabai merah, bensin, dan ikan mujair berperan sebagai penahan.

Sektor perhotelan menunjukkan tren berbeda. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat 59,00 persen, turun dibanding bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Hotel non bintang juga mengalami penurunan dengan TPK 38,43 persen. Namun, rata-rata lama menginap tamu justru meningkat: tamu nusantara 1,90 malam dan tamu mancanegara 2,65 malam. [AT]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *