LAMONGAN – MDN | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lamongan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema edukasi dan pengabdian perpajakan, Selasa (9/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat FEB UNISLA ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi pajak.
FGD ini dihadiri oleh Kepala Subbagian Penyuluhan dan Pelayanan KPP Pratama Lamongan, Sarjono, beserta dua anggota timnya, Abda Alif Yakfiy dan M. Burhan Fathony. Mereka berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan FEB UNISLA, termasuk Dekan Dr. H. Abid Muhtarom, para wakil dekan, serta Ketua Tax Center dan Kaprodi Akuntansi.
Dalam forum tersebut, kedua institusi menyepakati pelaksanaan tiga program utama yang akan dijalankan secara berkelanjutan:
- Penguatan peran Tax Center sebagai pusat edukasi pajak di lingkungan kampus
- Implementasi Program Relawan Pajak yang melibatkan mahasiswa dalam pelayanan pajak kepada masyarakat
- Penyelenggaraan seminar dan kuliah umum perpajakan untuk meningkatkan literasi pajak di kalangan akademisi dan publik
Diskusi juga menyoroti pentingnya pelatihan teknis bagi mahasiswa sebelum terjun sebagai relawan, serta perlunya pembaruan metode edukasi agar selaras dengan perkembangan regulasi dan teknologi digital.
Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia kerja dan pengabdian sosial.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi pajak di masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional,” ujar Abid.
Sementara itu, Sarjono dari KPP Pratama Lamongan menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran pajak generasi muda.
“Kami percaya, sinergi dengan kampus akan memperkuat fondasi kepatuhan pajak di masa depan. Edukasi yang berbasis data dan pengalaman langsung sangat dibutuhkan,” ungkap Sarjono.
FGD ini menandai komitmen berkelanjutan antara UNISLA dan KPP Pratama Lamongan dalam mendukung sistem perpajakan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, keduanya berharap dapat mendorong peningkatan kepatuhan pajak sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan fiskal yang berkelanjutan.[NH]













