Daerah  

Bupati Takalar Dorong Desa Digital, Website Desa Masih Belum Maksimal

admin
Untitled (8)
foto dok.humas pemkab Takalar: Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad firdaus Daeng Manye, MM, dan Wakil Bupati, Dr. H. Hengky yasin, S.Sos, MM, Saat pertemuan bersama Sekda Takalar para Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kabupaten Takalar, membahas tentang penguatan strategi pembangunan desa yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.

TAKALAR – MDN | Sejumlah desa di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, telah memiliki website desa sebagai bagian dari program desa berbasis digital yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Takalar. Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi desa, baik terkait pembangunan, pengelolaan anggaran, maupun pelayanan administrasi.

Meski demikian, pemanfaatan website desa tersebut dinilai masih belum maksimal. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, masih banyak kegiatan dan data desa yang belum terpublikasi. Akibatnya, warga kesulitan memperoleh informasi secara transparan melalui laman resmi desa masing-masing.

Dari hasil penelusuran redaksi di lapangan (23/09), pembuatan dan pengelolaan website desa menggunakan anggaran sekitar Rp 10 juta per desa. Anggaran ini dialokasikan dalam pos pengembangan sistem informasi desa, sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik.

Merujuk regulasi tersebut, website desa memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya:

* Transparansi dan akuntabilitas, dengan mempublikasikan APBDes serta laporan kegiatan pembangunan.

* Pelayanan publik, mempermudah pengurusan administrasi dan akses layanan sosial.

* Partisipasi masyarakat, memberi ruang aspirasi sesuai semangat musyawarah desa.

* Promosi potensi desa, memperkenalkan produk BUMDes, wisata, dan hasil pertanian.

* Pusat data desa, yang menyajikan informasi pembangunan dan kependudukan.

Sejumlah warga menilai keberadaan website desa seharusnya menjadi sarana utama untuk menginformasikan program pembangunan desa. Mereka berharap pengelolaannya lebih serius agar masyarakat tidak perlu lagi menunggu pengumuman manual.

Bupati Takalar dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa desa-desa di Takalar perlu memaksimalkan fungsi website. Ia menekankan bahwa digitalisasi desa bukan hanya program seremonial, melainkan instrumen penting untuk menghadirkan transparansi, mempercepat pelayanan publik, dan memberdayakan masyarakat di tingkat desa.

Program desa berbasis digital ini diharapkan dapat menjawab tuntutan keterbukaan informasi publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang modern. Ke depan, masyarakat berharap desa-desa di Takalar mampu mengoptimalkan website mereka agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan. [D’kawang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *