Warta  

Unisla Jadi Titik Sentral Semarak Hari Santri dan Maulid Nabi 2025, Ribuan Santri Padati Pawai Nasional

admin
Untitled (3)

LAMONGAN – MDN | Universitas Islam Lamongan (Unisla) menjadi pusat kemeriahan peringatan Hari Santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lamongan, Sabtu (4/10/2025). Ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren se-Kecamatan Lamongan memadati kawasan kampus Unisla untuk mengikuti Pawai Santri Nasional yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Lebih dari 3.000 peserta turut ambil bagian dalam pawai yang menampilkan ragam kreasi santri, mulai dari drumband, lantunan shalawat, hingga atraksi budaya khas masing-masing lembaga. Pawai ini mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Santri Dalam Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, sebagai bentuk refleksi atas peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan kontribusinya dalam membangun masa depan Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat menyambut iring-iringan santri yang memenuhi jalanan dengan yel-yel perjuangan dan doa-doa penuh harapan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Lamongan, Camat Lamongan, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah NU, serta perwakilan banom NU seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, IPNU, dan IPPNU.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi atas semangat para santri yang dinilai sebagai penjaga moral dan spiritual bangsa. Camat Lamongan menambahkan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, religiusitas, dan daya saing daerah.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya pemberian hadiah dari berbagai pihak. Bupati Lamongan menghadiahkan sepeda listrik, Camat Lamongan menyumbangkan kipas angin, dan Unisla memberikan seekor kambing. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FKIP, serta FAI turut menambah semarak dengan dukungan hadiah lainnya. Banom NU juga berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan hadiah untuk peserta terbaik.

Sebagai tuan rumah, Unisla menegaskan komitmennya sebagai kampus perjuangan yang terbuka bagi kegiatan keagamaan dan kebangsaan. Rektor Unisla menyampaikan bahwa kehadiran ribuan santri di kampus merupakan bukti kuat sinergi antara pendidikan tinggi, pesantren, dan masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisla, Dr. Abid Muhtarom, menyebut santri sebagai garda peradaban yang tak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga siap menjawab tantangan zaman. “Santri adalah motor penggerak ekonomi, sosial, dan budaya. Dari kampus Unisla, kita melihat lahirnya generasi yang siap membawa Indonesia menuju peradaban dunia,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Ketua MWC NU Lamongan yang juga Dekan FKIP Unisla, Dr. Nurman, menekankan bahwa momentum Hari Santri dan Maulid Nabi adalah ajang memperkuat persatuan umat. “Santri adalah perekat bangsa. Pawai ini membuktikan semangat gotong royong, cinta tanah air, dan cinta Rasulullah. Sinergi antara pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan melahirkan generasi unggul yang berilmu dan berakhlak,” tuturnya, disambut riuh takbir dan shalawat dari peserta. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *