TUBAN – MDN | Komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban terhadap pemenuhan hak-hak sipil anak berkebutuhan khusus kembali ditunjukkan melalui kegiatan perekaman dokumen kependudukan yang difasilitasi oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Jati Wiyata Rengel. Bertempat di Kantor Kecamatan Rengel, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan dengan pelayanan publik.
Sebanyak 31 siswa dari jenjang Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB) hingga Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) turut serta dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, lima siswa menjalani proses perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), sementara sebelas lainnya melakukan perekaman Kartu Identitas Anak (KIA). Para peserta didik didampingi oleh guru SLB, pengurus PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Rengel.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara SLB Jati Wiyata Dharma Rengel, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tuban, serta Pemerintah Kecamatan Rengel. Dukungan lintas sektor ini menjadi bukti nyata komitmen inklusif dalam pelayanan publik.
Ketua Yayasan SLB Dharma Wanita Rengel, Ari Irmawati, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar urusan administratif. “Pemberian identitas resmi bagi anak-anak disabilitas adalah langkah penting untuk membuka akses mereka terhadap berbagai layanan, termasuk peluang kerja di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar 50 persen peserta didik SLB Jati Wiyata belum memiliki dokumen kependudukan. Melalui program ini, mereka tidak hanya mendapatkan identitas hukum sebagai warga negara, tetapi juga belajar langsung tentang prosedur birokrasi dan pentingnya partisipasi sosial.
Kegiatan perekaman ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang mendorong kemandirian dan kesetaraan. Anak-anak disabilitas diajak mengenal proses pelayanan publik secara langsung, sekaligus memperkuat rasa percaya diri dan keterlibatan mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif, SLB Jati Wiyata Rengel bersama Pemkab Tuban menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga tentang membangun akses dan kesempatan yang setara bagi semua anak.













