Banjir Kali Pelalangan: Jalan Nasional Lumpuh, Koordinasi Darurat Dipertanyakan

admin
Banjir Kali Pelalangan
Jalan nasional Babat-Lamongan-Surabaya tepatnya di persimpangan JLU yang terdapak banjir

LAMONGAN | MDN — Luapan Kali Pelalangan yang membanjiri ruas jalan nasional Babat–Lamongan–Surabaya pada Senin (22/12/2025) bukan sekadar dampak hujan deras. Investigasi Media Destara menemukan bahwa peristiwa ini mengungkap celah koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat banjir di Kabupaten Lamongan.

Kemacetan sepanjang hampir satu kilometer terjadi sejak pagi hari, menghambat arus kendaraan dari dan menuju Surabaya. Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan langsung turun ke lokasi, sejumlah titik genangan belum tertangani secara optimal hingga siang hari.

“Kami bergerak cepat sejak pagi, setelah air mulai meluber sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Ery S. Rosidi, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lamongan. Ia menyebut hujan intensitas tinggi sejak Minggu sore sebagai pemicu utama naiknya debit Kali Pelalangan.

Namun, berdasarkan pantauan Media Destara di lapangan, penanganan awal lebih terfokus pada pengaturan lalu lintas ketimbang mitigasi genangan. Petugas Satlantas Polres Lamongan tampak berjibaku mengurai kemacetan, sementara upaya teknis seperti penyedotan air atau pemasangan tanggul belum terlihat.

Ery mengakui bahwa asesmen dampak masih berlangsung. “Kami belum punya data pasti soal lahan pertanian yang terdampak. Tim masih kami lengkapi,” katanya. Padahal, sejumlah petani di wilayah sekitar mengaku mulai membuat tanggul darurat secara swadaya sejak dini hari.

BPBD belum bisa memastikan laporan tersebut. “Kami akan cek langsung ke lokasi persawahan setelah tim lengkap,” ujar Ery. Ia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah keselamatan pengguna jalan.

Media Destara juga mencatat bahwa tidak ada sistem peringatan dini yang aktif menjelang banjir, meski hujan deras sudah terjadi sejak sore sebelumnya. Warga sekitar mengandalkan informasi dari media sosial dan grup pesan instan untuk mengetahui kondisi jalan.

Koordinasi antar OPD dan kecamatan memang dilakukan, namun belum menyentuh aspek pencegahan jangka pendek. “Kami koordinasi cepat untuk pengaturan lalu lintas awal,” kata Ery, tanpa merinci langkah-langkah teknis lain yang telah atau akan dilakukan.

BPBD Lamongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Namun, investigasi MDN menunjukkan bahwa banjir ini bukan hanya soal curah hujan, melainkan juga soal kesiapsiagaan dan komunikasi lintas sektor yang perlu diperkuat. [Tim Media]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *