TUBAN | MDN — Jalur Pantura Tuban–Semarang kembali memakan korban jiwa. Kecelakaan tragis yang melibatkan satu keluarga terjadi di kawasan pelabuhan Pabrik Semen Gresik, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (22/12/2025). Seorang anak berusia enam tahun meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara kedua orang tuanya mengalami luka berat.
Insiden bermula saat truk tronton bernomor polisi S 9968 UH yang dikemudikan Irfan Zamrudi (49), warga Rembang, melaju dari arah barat menuju timur. Ketika hendak berbelok ke arah selatan, truk tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Honda Stylo L 2547 ACD yang dikendarai Ali Wahyudi (40), warga Surabaya, bersama istri dan anaknya.
Benturan keras tak terhindarkan. Sepeda motor menghantam roda belakang truk, menyebabkan bocah bernama Moch Nur Zahfi Al Yusuf meninggal di tempat. Kedua orang tuanya, Ali Wahyudi dan Sugiyarti (38), mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD dr. Koesma Tuban.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, menyebutkan bahwa kecelakaan diduga akibat kurangnya perhatian pengemudi truk terhadap arus lalu lintas dari arah berlawanan. “Pengemudi langsung berbelok ke kanan tanpa memastikan kondisi jalur lawan arah,” ujarnya kepada MDN.
Pihak kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Evakuasi korban dilakukan sesaat setelah kejadian, dengan petugas Satlantas dan warga sekitar turut membantu proses penanganan.
Kawasan pelabuhan dan industri di Jalur Pantura Tuban dikenal padat kendaraan berat. Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas yang melibatkan truk tronton di jalur vital tersebut. Warga dan pengendara berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan belok dan simpang industri.
Pihak berwenang mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan besar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi prosedur belok aman guna mencegah kecelakaan serupa. [SKM]













