Ancaman PMK Meningkat di Takalar, Pemerintah Imbau Vaksinasi Ternak

admin
Musim Hujan Tiba, Peternak Takalar Waspadai Wabah PMK

TAKALAR | MDN – Memasuki musim hujan, peternak sapi di Desa Barugaya, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dihadapkan pada ancaman serius wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemerintah mengingatkan pentingnya vaksinasi dan karantina hewan baru sebagai langkah pencegahan, sesuai Surat Edaran Kementan Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022.

Musim hujan yang kini melanda wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kecamatan Polombangkeng Timur, menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus PMK. Kelembaban tinggi mempercepat penularan melalui udara, angin, dan kontak langsung antar hewan ternak.

Gejala PMK yang umum dijumpai meliputi:

  • Demam tinggi dan air liur berlebih
  • Luka berbusa di mulut, gusi, dan kuku
  • Pincang dan penurunan berat badan drastis
  • Penurunan produksi susu hingga 70%
  • Risiko kematian mendadak

Dampak ekonomi dari wabah ini sangat besar, terutama bagi peternak skala kecil yang bergantung pada produksi susu dan daging sebagai sumber penghidupan.

Menurut catatan epidemiologi, lonjakan kasus PMK pernah terjadi di Pasuruan pada Januari 2025, dipicu transisi musim kemarau ke hujan. Virus PMK yang sebelumnya bertahan di lingkungan menjadi aktif kembali, diperparah oleh:

  • Masuknya hewan dari daerah endemik
  • Rendahnya cakupan vaksinasi
  • Minimnya karantina dan pengawasan lalu lintas ternak

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengimbau peternak untuk segera melakukan vaksinasi ternak, baik secara mandiri maupun melalui layanan pemerintah. Vaksinasi terbukti meningkatkan imunitas dan menekan penyebaran virus.

Langkah pencegahan lain yang disarankan:

  • Karantina hewan baru minimal 14 hari
  • Menjaga kandang tetap kering dan bersih
  • Menghindari perpindahan ternak saat hujan
  • Melaporkan gejala PMK ke dokter hewan terdekat

Pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan PMK. Beberapa poin penting dalam regulasi tersebut:

  • Penetapan daerah wabah oleh gubernur dan menteri
  • Pelaksanaan vaksinasi massal dan stamping out
  • Pembatasan lalu lintas ternak antar wilayah
  • Peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada peternak

Di tingkat daerah, seperti Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, pemerintah gencar melakukan sosialisasi vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah ledakan kasus seperti tahun 2024.

Wabah PMK bukan sekadar isu kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Peternak di Takalar dan wilayah lain diimbau untuk aktif mengikuti program vaksinasi, menjaga biosekuriti kandang, dan tidak ragu melaporkan gejala PMK.

Dengan kolaborasi antara peternak, pemerintah, dan tenaga medis veteriner, ancaman PMK dapat ditekan sebelum menimbulkan kerugian lebih besar. [IRF]

Sumber: Surat Edaran Kementan tentang Pengendalian PMK Laporan Dampak dan Opsi Pengendalian PMK – OneHealth

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *