KBIH Al-Mabrur Lamongan Klarifikasi Kasus CJH Gagal Berangkat, Bantah Isu Jual Beli Kuota

admin
KBIH Al Mabrur Lamongan Klarifikasi Kasus CJH Gagal Berangkat mdn

LAMONGAN | MDN – Polemik batalnya keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Lamongan berinisial YN (45) akhirnya ditanggapi resmi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Mabrur. Pihak KBIH menegaskan, kabar yang menyebut adanya praktik jual beli kursi haji tidak benar dan menyesatkan.

Ketua KBIH Al-Mabrur, Wahyuni Danial Khotimah, menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari jemaah lansia berinisial SN yang masuk prioritas keberangkatan 2026. SN mengajukan pendamping, yakni putrinya YN, dan proses tersebut difasilitasi KBIH. SN telah melunasi biaya haji tahap pertama, sementara YN dijadwalkan melunasi pada tahap kedua.

Namun, dalam proses pelunasan YN terjadi kendala teknis. Pembayaran dilakukan melalui mobile banking pribadi, tetapi tidak tercatat sebagai setoran resmi di bank penerima setoran (BPS) sebelum batas waktu tujuh hari berakhir. “Kesalahan komunikasi dengan pihak bank membuat bukti transfer tidak terlaporkan ke sistem. Akibatnya, pelunasan YN tidak terkonfirmasi,” jelas Wahyuni.

KBIH mengaku sudah berupaya mengurus hingga ke Kanwil Kemenag Jawa Timur, namun sistem pelunasan telah ditutup. SN kemudian memilih menunda keberangkatan agar tetap bisa berangkat bersama putrinya. “Ibu SN tidak gagal berangkat, tetapi menunda keberangkatan demi mendampingi anaknya,” tegas Wahyuni.

Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menambahkan bahwa persoalan ini murni terkait mekanisme pelunasan, bukan jual beli kuota. “Dana yang disetor masih berada di rekening pribadi dan belum masuk sebagai setoran resmi. Karena itu tidak terkonfirmasi sebagai pelunasan haji,” ujarnya.

Ghofur menekankan, pelunasan haji merupakan ranah Kementerian Keuangan melalui bank penerima setoran. Kemenag hanya menjalankan sistem yang ada. Ia mengimbau masyarakat agar memastikan setiap pembayaran benar-benar tercatat resmi di bank, bukan sekadar transfer pribadi.

Meski klarifikasi sudah disampaikan, pihak keluarga YN masih mempertanyakan pembatalan keberangkatan. Sri Rahayu, kakak YN, menilai persiapan adiknya sudah matang dan menuntut penjelasan lebih transparan. “Tes kesehatan sudah, semua persiapan sudah. Kenapa tiba-tiba tidak jadi berangkat?” ujarnya.

Kasus ini kini juga mendapat perhatian aparat kepolisian setelah KBIH berkoordinasi dengan Polsek Made untuk mengantisipasi laporan lanjutan dari pihak keluarga. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *