Warta  

Perbaikan Oprit Jembatan Kepuh Gajah Dimulai, Arus Lalu Lintas Lamongan Dialihkan Hingga Awal Juli

admin
Arus lalu lintas dialihkan di Lamongan

LAMONGAN | MDN – Proyek rekonstruksi jalan pada oprit Jembatan Kepuh Gajah di Kabupaten Lamongan resmi dimulai sejak Selasa (2/6/2026). Seiring pelaksanaan pekerjaan tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan memberlakukan rekayasa arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pengerjaan dilakukan pada oprit Jembatan Kepuh Gajah yang berada di kawasan timur Rumah Makan Aqila. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, proyek perbaikan dijadwalkan berlangsung hingga 6 Juli 2026.

Oprit jembatan merupakan bagian jalan penghubung antara badan jalan dengan struktur jembatan yang berfungsi menjaga kelandaian dan kenyamanan kendaraan saat melintas. Rekonstruksi dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memastikan keamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Kasatlantas Polres Lamongan melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa selama masa pengerjaan akan terjadi penyempitan lajur di sekitar lokasi proyek, tepatnya di ruas Jalan Nasional KM SBY 40+710. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, pengendara yang melintas dari arah Babat maupun Tuban menuju Gresik dan Surabaya, serta sebaliknya, diimbau memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia.

Masyarakat juga diminta untuk sementara waktu menghindari kawasan Jalan Lingkar Utara (JLU) bagian timur karena diperkirakan menjadi titik yang paling terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Selain itu, petugas mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas sementara yang telah dipasang di sekitar area proyek. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mengurangi kecepatan saat memasuki zona pekerjaan.

Satlantas Polres Lamongan berharap masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan merencanakan rute lebih awal untuk menghindari antrean kendaraan yang mungkin terjadi selama masa konstruksi.

Pihak kepolisian turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat proyek tersebut. Namun demikian, perbaikan ini dinilai penting untuk mendukung terwujudnya infrastruktur jalan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di wilayah Lamongan. [NH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *