Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Gunungsari Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

admin
Kawal Ketahanan Pangan

MADIUN | MDN – Upaya menjaga stabilitas sektor pertanian dan memastikan kesejahteraan petani lokal terus dikawal ketat oleh aparat kewilayahan. Babinsa Desa Gunungsari dari Koramil 0803/02 Madiun, Sertu Joko Waluyo, turun langsung ke lapangan untuk memonitor sekaligus mendampingi penyaluran pupuk subsidi jenis urea di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan preventif agar proses distribusi pupuk subsidi dari kelompok tani kepada masyarakat berjalan tertib, aman, dan bebas dari praktik penyelewengan. Kehadiran Babinsa di lokasi memastikan bahwa komoditas krusial tersebut benar-benar jatuh ke tangan petani yang berhak dan terdata.

Sertu Joko Waluyo menegaskan bahwa pupuk bersubsidi merupakan urat nadi keberhasilan produksi pertanian di wilayahnya. Oleh karena itu, pengawasan ketat sejak dini mutlak diperlukan demi menghindari kendala distribusi di lapangan.

“Kami hadir untuk mengawal agar penyaluran pupuk subsidi ini berjalan lancar tanpa sumbatan. Ketepatan sasaran ini penting, karena dengan ketersediaan pupuk yang memadai, kita bisa mendorong produktivitas pertanian lokal secara optimal,” ujar Sertu Joko Waluyo di sela-sela kegiatannya.

Tidak sekadar mengawasi antrean dan administrasi, Sertu Joko Waluyo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan para petani. Komunikasi dua arah ini menjadi wadah bagi Babinsa untuk menyerap aspirasi, mendengarkan kendala pertanian di desa, sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten mengelola lahan mereka.

Aksi tanggap dan pendampingan dari Babinsa ini mendapat respons positif dari warga setempat. Para petani mengaku lebih tenang karena proses distribusi berjalan transparan dan teratur.

Sinergi yang kuat antara Babinsa, kelompok tani, dan masyarakat ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional di tingkat desa. [1One]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *