Ragam  

Kisah Sukses Fajrul Falah, Sulap Hasil Tambak Sidayu Jadi Kuliner Otentik di Warung Kuwali

admin
Selamat datang di Kuwali Café!

GRESIK | MDN – Gerakan anak muda dalam memberdayakan potensi sektor perikanan lokal mulai menunjukkan taji di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Muhammad Fajrul Falah (26), pemuda asal Desa Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, yang sukses menyulap hasil tangkapan nelayan dan petani tambak pesisir menjadi komoditas kuliner bernilai tinggi.

Melalui komitmen tersebut, Fajrul mendirikan Warung Kuwali yang berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 74, Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu. Tempat ini sengaja mengusung konsep arsitektur bambu tradisional dan alat makan anyaman guna menghadirkan romansa pedesaan di tengah maraknya gempuran kafe modern.

Fajrul Falah mengungkapkan, pendirian warung ini didasari atas kepeduliannya terhadap serapan hasil perikanan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan jaringan nelayan lokal, ia menjamin kebersihan dan kesegaran bahan baku yang disajikan kepada konsumen.

“Kami ingin warung ini menjadi wadah untuk mengelola hasil tangkapan masyarakat desa dan hasil tambak lokal. Konsep bangunan bambu ini kami pilih agar semua kalangan keluarga bisa menikmati menu ikan khas pesisir dengan suasana pedesaan yang kental,” ujar Fajrul saat ditemui di lokasi usaha.

Strategi hilirisasi produk perikanan ini terbukti ampuh menarik minat pencinta kuliner. Warung Kuwali menyediakan beragam menu otentik mulai dari sayur mangut, ikan manyung, ayam goreng sambal, hingga menu primadona kepala ikan sembilang. Selain itu, variasi menu modern seperti gurami bakar, ayam goreng sambalado, hingga rice bowl juga disediakan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Urusan harga terbilang sangat kompetitif. Menu kuliner tradisional dibanderol mulai dari Rp 15.000, menu ayam mulai Rp 18.000, dan rice bowl mulai Rp 15.000. Dengan kapasitas tampung mencapai 150 pengunjung, area kuliner ini menjadi ruang ideal bagi agenda kumpul keluarga maupun komunitas.

Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Fairus Ahmad, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Sidayu, mengaku terpikat dengan cita rasa kuah kaldu otentik yang disajikan.

“Hari ini saya mencoba menu best seller kepala sembilang dan kotokan manyung. Kuahnya sangat berkaldu. Keunggulannya di sini adalah ukuran porsinya yang jumbo, cukup untuk dua hingga tiga orang, namun harganya sangat terjangkau hanya sekitar Rp 60.000,” ungkap Fairus.

Melalui sinergi antara pelestarian budaya kuliner dan penguatan ekonomi nelayan, Warung Kuwali kini tidak sekadar menjadi tempat makan, melainkan representasi dari kebangkitan ekonomi kreatif berbasis pangan lokal di wilayah utara Gresik.[J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *