Sinergi Lintas Sektor, MTsN 2 Lamongan Cetak Karakter Siswa Baru Lewat Matamuda 2026

admin
Deklarasi Madrasah Ramah Anak Lamongan

LAMONGAN | MDN – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lamongan resmi menyambut kehadiran 224 peserta didik baru. Penyambutan tersebut dikemas melalui program Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) atau BMDS yang mengedepankan konsep edukatif, humanis, dan ramah anak.

Kegiatan pembentukan karakter ini berlangsung intensif selama lima hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026). Antusiasme ratusan siswa baru bahkan sudah terlihat sejak Sabtu (11/7/2026) dalam agenda Pra-Matamuda yang difokuskan pada pembekalan teknis serta pengarahan awal agar seluruh rangkaian acara inti berjalan tertib.

Kepala MTsN 2 Lamongan, Asman, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa fase ini merupakan jembatan penting untuk membantu siswa beradaptasi dari lingkungan sekolah dasar ke jenjang madrasah tsanawiyah.

“Harapan kami, setelah Matamuda selesai, seluruh siswa baru langsung siap beradaptasi dan mengenali lingkungan madrasah secara utuh untuk memulai proses belajar mengajar dengan nyaman,” ujar Asman di hadapan para guru, wali murid, serta peserta didik baru.

Untuk menghadirkan pembekalan yang relevan dengan tantangan remaja saat ini, panitia Matamuda MTsN 2 Lamongan mengambil langkah strategis dengan merangkul berbagai instansi eksternal. Sinergi ini diwujudkan melalui pembawaan materi yang variatif, antara lain:

  • Puskesmas Kecamatan Glagah (Khoiriyah A): Memberikan edukasi komprehensif mengenai kesehatan remaja, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta perintisan Madrasah Sehat, Aman, dan Nyaman.

  • KUA Kecamatan Glagah (Asmawati, S.Pd): Memandu program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sekaligus menanamkan nilai-nilai penting moderasi beragama sejak dini.

  • Organisasi Fatayat & Tokoh Masyarakat: Menghadirkan sesi motivasi, pembinaan karakter kemuslimahan untuk remaja putri, serta pentingnya kepedulian sosial.

  • Tim Pendidik Internal MTsN 2 Lamongan: Membimbing pemahaman mendalam terkait profil kemadrasahan, tata krama, Kurikulum Berbasis Cinta, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan melalui program ASRI dan Ekotedugi (menanam tanaman berkelanjutan).

Perbedaan mencolok pada pelaksanaan Matamuda tahun ini terletak pada komitmen nyata pihak madrasah dalam mengikis habis budaya perundungan. Konsep Madrasah Ramah Anak (MRA) dijadikan sebagai fondasi utama seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Maktuf, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MTsN 2 Lamongan berkomitmen penuh menciptakan ruang belajar yang bebas dari segala bentuk intimidasi.

“Fokus utama yang menjadi ruh kegiatan kali ini adalah penanaman Visi Madrasah secara utuh. Kami ingin mewujudkan lingkungan Madrasah Ramah Anak (MRA)—sebuah ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bersih dari tindakan kekerasan dan perundungan (bullying),” jelas Maktuf di sela-sela pemantauan kegiatan di Aula Madrasah.

Langkah konkret antipespar itu dibuktikan pada hari Rabu, di mana para siswa baru diajak berkolaborasi dengan pengurus OSIM dan MPK untuk membuat poster serta komik kampanye anti-perundungan. Selain itu, kedisiplinan siswa juga diasah secara humanis lewat Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) Kilat.

Rangkaian Matamuda 2026 ini dijadwalkan ditutup pada Jumat (17/7/2026) melalui gelaran Pentas Ekspresi Murid Baru. Acara puncak tersebut disiapkan khusus sebagai panggung bagi siswa baru untuk menyalurkan bakat, minat, dan potensi kreatif mereka sejak hari pertama sekolah.

Melalui persiapan matang dan sinergi yang kokoh, transisi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. [Bed]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *