Ragam  

Wabup Nurul Azizah Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Bojonegoro yang Putus Sekolah

admin
Gerakan ayo sekolah di Bojonegoro

BOJONEGORO | MDN – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam menjamin hak pendidikan dasar bagi seluruh warganya terus dipacu. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Bojonegoro menggemakan kembali “Gerakan Ayo Sekolah” guna mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) ke ruang kelas, Jumat (24/7).

Giat intervensi pendidikan tersebut dipusatkan di SDN 1 Pragelan, Kecamatan Gondang. Menariknya, kegiatan ini dikemas secara inklusif dan humanis melalui ajang Turnamen Bola Voli SD “Prasasti Cup Pragelan”, yang dirangkai dengan penyerahan langsung bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak penerima program.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ekonomi dan keterbatasan akses geografis yang selama ini menjadi faktor dominan anak-anak usia sekolah terpaksa meninggalkan pendidikan formal. Lewat Gerakan “Ayo Sekolah”, fokus utama diarahkan pada penjangkauan langsung pendataan ATS, penyaluran beasiswa, penyediaan sarana belajar, hingga pendampingan persuasif bagi anak dan orang tua.

Hadir langsung di lokasi, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Camat Gondang turun menyapa anak-anak sekolah dasar.

Dalam arahannya, Wabup Nurul Azizah menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah hingga ke tingkat desa terluar.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, seluruh anak di Bojonegoro tanpa terkecuali harus mengenyam pendidikan formal. Dari data yang ada, angka anak tidak sekolah yang semula tercatat 5.610 anak kini berhasil kita tekan turun menjadi 5.199 anak,” ungkap Nurul Azizah.

Ia menambahkan, pemilihan Desa Pragelan di Kecamatan Gondang sebagai salah satu titik awal gerakan penyisiran ini bertujuan untuk memastikan tidak ada wilayah yang terlewatkan dalam pemenuhan hak belajar anak.

“Pendidikan bukan sekadar hak dasar, melainkan fondasi utama masa depan daerah. Kita mulai penjangkauan dari sini agar seluruh anak-anak Bojonegoro bisa kembali bersekolah, meraih cita-cita, dan kelak menjadi generasi yang sukses,” pungkasnya. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *