Daerah  

Meriahnya Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sekda Pemalang Dorong Promosi Digital UMKM

admin
Meriahnya Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sekda Pemalang Dorong Promosi Digital UMKM

PEMALANG | MDN – Suasana riuh dan penuh antusiasme mewarnai Lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Ratusan warga dari berbagai wilayah berdesakan berebut ribuan pakaian yang disusun menyerupai gunungan dalam perhelatan tahunan Festival Grebeg 1000 Kemeja, Minggu (6/9/2026).

Tradisi unik ini digelar sebagai representasi identitas masyarakat Desa Sukorejo yang mayoritas menggantungkan perekonomiannya pada sektor industri konveksi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo, yang hadir mewakili Plt. Bupati Pemalang, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival tersebut. Meski berstatus agenda tingkat desa, Bagus menilai tingkat partisipasi dan kemeriahan acara mampu menyamai perhelatan skala daerah.

“Masyarakat Sukorejo ini sangat memperhatikan penampilan dan memiliki potensi besar di bidang industri busana (konveksi). Hal ini sangat relevan dengan filosofi Jawa Ajining rogo ono ing busono (kehormatan tubuh terlihat dari pakaiannya),” ujar Bagus dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bagus menekankan pentingnya evaluasi berkala agar kualitas penyelenggaraan terus meningkat. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan era digital untuk mempromosikan potensi lokal tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Di era teknologi informasi, menyemarakkan acara tidak selalu butuh modal mahal. Pengunjung bisa ikut menyiarkan secara langsung melalui media sosial agar potensi Sukorejo makin dikenal luas. Ke depan, kita dorong adanya kolaborasi agar festival ini makin rapi dan tertib,” tambahnya.

Selain tradisi berebut kemeja, ajang ini diramaikan dengan bazar produk UMKM lokal, panggung hiburan musik, serta pertunjukan seni tradisional. Dua tarian daerah, yakni Tari Asmara Putri Kirana dari Sanggar Antariksa (Desa Jatingarang) dan Tari Incling Janget dari Sanggar Zahra (Desa Kaliprau), turut memukau para pengunjung.

Dampak ekonomi festival ini terasa langsung hingga ke sektor pariwisata sekitar. Objek Wisata Mina Padi Desa Sukorejo yang berlokasi tak jauh dari tempat acara mencatatkan lonjakan wisatawan yang cukup signifikan.

Salah satu pengelola Objek Wisata Mina Padi, Frida, mengonfirmasi bahwa mayoritas pengunjung festival berbondong-bondong masuk ke kawasannya lantaran penasaran.

“Banyak pengunjung yang langsung berwisata ke sini setelah acara grebeg selesai. Cukup membeli tiket seharga Rp12.000 per orang, mereka sudah bisa menikmati beragam wahana seperti kolam renang, mandi busa, agrowisata, terapi ikan, spot foto, hingga fasilitas karaoke,” ungkap Frida. [SIS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *