Air Mata Tak Mengubah Keputusan: Lutvia Tetap Tempuh Jalur Hukum Kasus Pemukulan di Mojokerto

admin
Air Mata Tak Mengubah Keputusan MDN

MOJOKERTO | MDN – Suasana haru sempat menyelimuti ruang mediasi di Polres Mojokerto Kota, Senin (20/4/2026) pagi. Di hadapan penyidik, Inge Marita (28) bersimpuh dan menangis memohon maaf kepada Lutvia Indriana (33), perempuan yang menjadi korban makian dan kekerasan di Jalan Empunala beberapa hari lalu. Namun, tangis dan permintaan maaf itu tak mengubah keputusan Lutvia. Ia tetap memilih jalur hukum demi memberi efek jera.

Mediasi berlangsung di ruang Unit 3 Pidana Umum Satreskrim sekitar pukul 10.00 WIB, dihadiri kedua pihak beserta keluarga. Meski secara pribadi telah memaafkan, Lutvia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Ia telah melaporkan Inge ke Polres Mojokerto Kota sejak Jumat (17/4) malam.

“Kami sudah memaafkan secara manusiawi, tapi ini negara hukum. Jadi semua saya serahkan ke pihak kepolisian,” ujar Lutvia kepada wartawan.

Ia mengapresiasi langkah cepat polisi yang segera menindaklanjuti laporan dan menemukan pelaku. “Terima kasih kepada Polres Mojokerto Kota yang cepat merespons laporan kami,” tambahnya.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan, membenarkan bahwa kedua pihak telah saling memaafkan, namun proses hukum tetap berlanjut karena laporan belum dicabut. “Karena ini negara hukum, laporan tetap diproses,” jelasnya.

Menurut Jinarwan, Inge dilaporkan atas dugaan perampasan dan kekerasan terhadap anak. Ia juga meluruskan kabar bahwa pelaku sempat kabur usai kejadian viral. “Dia bukan melarikan diri, hanya menenangkan diri di rumah kerabatnya di Pasuruan,” ujarnya.

Inge sendiri mengaku menyesal dan menyebut tindakannya dipicu emosi sesaat saat berkendara. “Saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Saya khawatir anak saya di mobil ketakutan,” ungkapnya.

Kasus ini bermula dari insiden di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Selasa (14/4) sore. Saat itu, Inge yang mengemudikan mobil merasa tersinggung karena motornya Lutvia memotong jalur. Emosi memuncak hingga Inge memaki, menoyor kepala anak Lutvia yang masih SD, memukul helm, menginjak kaki, dan mencolok mata kanan korban.

Akibatnya, Lutvia mengalami luka di mata kanan dan anaknya trauma. Setelah kejadian viral di media sosial, polisi bergerak cepat dan menangkap Inge di Pasuruan. Kini, meski air mata telah jatuh dan maaf telah terucap, proses hukum tetap berjalan sebagai konsekuensi atas perbuatannya. [Mal]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *