Pasar Baru Tuban Terbakar Lagi, Pemerintah Janji Penataan Ulang

admin
4

TUBAN | MDN – Kebakaran yang melanda Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4) dini hari kembali membuka luka lama bagi pedagang dan masyarakat. Dalam waktu singkat, api yang muncul sekitar pukul 03.10 WIB menghanguskan 41 kios dan los, sebelum berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.

Pagi harinya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Kapolres Tuban AKBP Alaiddin turun langsung meninjau lokasi. Kehadiran keduanya bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari upaya memastikan penanganan cepat dan memberi kepastian bagi pedagang yang kehilangan tempat mencari nafkah.

“Penanganan terasa cepat karena kolaborasi dari seluruh pihak. Kurang lebih satu setengah jam api sudah bisa dikendalikan,” ujar Bupati di lokasi.

Kebakaran ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi. Damkar Kabupaten Tuban, dibantu PT Semen Indonesia dan pos Damkar sekitar, bergerak serentak sehingga api tidak meluas. Namun, di balik keberhasilan pemadaman, muncul pertanyaan besar: mengapa Pasar Baru kembali terbakar setelah insiden serupa pada 2020 dan 2024?

Data sementara mencatat 15 pedagang terdampak dengan estimasi kerugian sekitar Rp200 juta. Angka ini masih kasar, namun cukup menggambarkan betapa rapuhnya perlindungan ekonomi bagi pedagang kecil. Pemerintah daerah berjanji menyiapkan tenda darurat agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total.

Bupati Tuban menegaskan, kebakaran berulang menjadi momentum untuk menata ulang pasar. Tata letak kios akan diperbaiki, fasilitas pendukung seperti hidran akan dievaluasi, dan pedagang dilibatkan dalam proses penataan.

“Setelah pembersihan area, pedagang akan difasilitasi kembali berjualan. Ke depan, penataan ulang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Pasar tradisional bukan sekadar ruang transaksi, melainkan denyut ekonomi rakyat. Kebakaran berulang di Pasar Baru Tuban memperlihatkan kerentanan sistemik: instalasi listrik yang rawan, fasilitas pemadam yang terbatas, serta minimnya mitigasi risiko. Kehadiran Bupati dan Kapolres di lokasi menjadi simbol komitmen, tetapi lebih dari itu, publik menunggu langkah nyata agar pasar tidak lagi menjadi “langganan” kebakaran. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *