Pemkab Tuban Dorong Edukasi Pedagang, Mitigasi Kebakaran Jadi Agenda Prioritas

admin
1

TUBAN | MDN – Kebakaran yang melanda Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4/2026) dini hari, menghanguskan 41 kios dan memicu keprihatinan mendalam. Peristiwa ini bukan sekadar insiden, melainkan alarm keras bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menata ulang sistem keamanan pasar.

Merespons hal tersebut, Satpol PP dan Damkar Tuban bersama BPBD Tuban segera menyusun program edukasi khusus bagi pedagang. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga menekankan pentingnya pencegahan melalui pemenuhan standar laik fungsi bangunan dan penyediaan sarana proteksi kebakaran.

Kebakaran Pasar Baru Tuban berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam berkat kerja sama lintas sektoral. Sebanyak 50 personel gabungan, tujuh unit mobil pemadam, dan enam truk tangki air dikerahkan. Namun, menurut Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, keberhasilan pemadaman tidak boleh membuat masyarakat lengah.

“Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih penting. Sertifikat laik fungsi harus segera dipenuhi oleh pelaku usaha,” tegasnya.

Sutaji menekankan bahwa penyediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap kios merupakan langkah sederhana namun krusial. Dengan APAR, pedagang dapat melakukan penanganan awal sebelum api membesar.

Langkah strategis lain datang dari BPBD Tuban. Kepala Pelaksana BPBD, Sudarmaji, menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati, pihaknya akan melakukan penataan ulang lokasi pasar. Penataan ini bertujuan memperbaiki aspek keselamatan, termasuk penempatan hidran dan tangki air agar lebih mudah diakses saat darurat.

“Dengan sistem yang tertata, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat. Risiko kebakaran akibat korsleting listrik atau faktor lain dapat ditekan,” jelasnya.

Selain penataan fisik, program edukasi pedagang menjadi fokus utama. Materi pelatihan mencakup penggunaan APAR, identifikasi sumber kebakaran, hingga prosedur evakuasi. Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan pasar adalah tanggung jawab bersama.

Kebakaran Pasar Baru Tuban bukan sekadar musibah, melainkan momentum reformasi tata kelola pasar. Pemerintah daerah berupaya menggeser paradigma dari reaktif ke proaktif: tidak hanya memadamkan api, tetapi membangun sistem yang mencegah api muncul.

Dengan edukasi, penataan ulang, dan pemenuhan standar laik fungsi, Pemkab Tuban ingin menciptakan pasar yang lebih aman, tertib, dan memberi rasa tenang bagi pedagang maupun pembeli. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *