Daerah  

Menjaga Tradisi di Balik Gemuruh Rebana: Kisah Inspiratif Grup Hadroh Hidayatul Qolbi, Gunungrejo

admin
Menjaga tradisi dengan rebana

LAMONGAN | MDN – Di balik gemuruh suara rebana yang ritmis, terselip benang merah ikatan persaudaraan yang kuat. Inilah suasana yang kerap dirasakan oleh para anggota Grup Hadroh Hidayatul Qolbi di Desa Gunungrejo, Kabupaten Lamongan. Bagi mereka, hadroh bukan sekadar seni musik Islami, melainkan sarana merawat harmoni sosial di tengah masyarakat.

Di bawah asuhan Siti Halimah, grup ini menjadi salah satu dari lima kelompok kesenian serupa yang kini tumbuh subur di Desa Gunungrejo. Bagi Halimah, dedikasi yang mereka curahkan setiap Kamis malam bukan hanya soal mengejar kesempurnaan lantunan nasyid, tetapi tentang menjaga napas silaturahmi.

“Hadroh adalah ruang bagi kami untuk meluapkan ekspresi bakat sekaligus mempererat ikatan. Latihan yang kami lakukan secara bergiliran di rumah anggota bukan hanya untuk belajar teknik, tapi untuk memperkuat rasa kekeluargaan,” ungkap Halimah saat ditemui di kediamannya.

Konsistensi kelompok ini dalam berlatih mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungrejo. Kepala Desa Gunungrejo, Gutomo, memandang bahwa keberadaan grup-grup hadroh seperti Hidayatul Qolbi adalah aset budaya yang bernilai positif, terutama bagi karakter generasi muda.

“Kami di pemerintah desa tentu sangat bangga. Kehadiran mereka menjadi contoh positif di tengah tantangan zaman bagi generasi muda kita,” ujar Gutomo.

Lebih jauh, Gutomo menegaskan bahwa Pemdes Gunungrejo berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap kegiatan yang mampu menjadi wadah pengembangan bakat seni warga. Baginya, dukungan yang diberikan adalah bentuk investasi sosial untuk menciptakan masyarakat yang kreatif, religius, dan guyub rukun.

Dengan dukungan nyata dari pihak desa dan semangat yang tak kunjung padam dari para anggotanya, Grup Hadroh Hidayatul Qolbi terus berupaya menjaga agar seni tradisional ini tetap relevan dan dicintai oleh warga desa dari generasi ke generasi. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *