Ragam  

Warga Cerme Gresik Panik, Ledakan Misterius dari Stan Kontainer Berakhir Kobaran Api

admin
Ledakan hebat hanguskan stan container

GRESIK | MDN – Warga di sekitar Jalan Raya Barat Pasar Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mendadak gempar pada Senin (13/7) dini hari. Sebuah stan kontainer milik warga setempat hangus dilalap si jago merah setelah didahului suara ledakan keras yang mengejutkan warga yang sedang beristirahat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi di tengah malam tersebut.

Menurut kesaksian warga di lokasi kejadian, kepanikan bermula saat terdengar dentuman kuat dari arah stan kontainer. Tak berselang lama setelah ledakan, kobaran api langsung membesar dan dengan cepat melahap seluruh bangunan semipermanen beserta barang-barang berharga di dalamnya.

Melihat kobaran api yang kian tak terkendali, salah seorang warga bernama Zakariya berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik guna meminta bantuan darurat.

Kepala DPKP Kabupaten Gresik, Suyono, mengonfirmasi bahwa laporan mengenai insiden tersebut diterima petugas sekitar pukul 00.27 WIB. Merespons cepat laporan warga, personel dari Pos Menganti langsung diterjunkan dua menit kemudian dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 00.48 WIB untuk langsung melakukan lokalisir api.

Setelah berjibaku memadamkan api, petugas kemudian membongkar pintu kontainer besi tersebut untuk mencari sumber masalah. Di dalam ruangan, petugas menemukan sebuah tabung gas dalam kondisi bocor.

“Kebocoran tabung gas tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama ledakan hingga berujung pada kebakaran hebat ini. Setelah api padam, petugas langsung melakukan proses pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh hingga area dinyatakan benar-benar aman,” terang Suyono saat dikonfirmasi Senin pagi.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, stan kontainer yang terbakar tersebut diketahui milik Siti Latifah. Akibat insiden ini, kerugian materil yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 15 juta. Proses penjinakan api sendiri melibatkan empat personel terlatih dengan dukungan satu unit mobil pemadam semprot dan satu unit mobil suplai air.

Sebagai informasi, berdasarkan data rekapitulasi DPKP Kabupaten Gresik, intensitas kebakaran di wilayah ini tergolong cukup tinggi. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sudah ada 18 kasus kebakaran dan 37 operasi penyelamatan (rescue) yang ditangani oleh petugas. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *