Kisah Tragis di Tambakploso: Derita Tekanan Psikologis Berujung Aksi Nekat Wanita

admin
Rsm Lamongan Bw

LAMONGAN | MDN – Pada hari Minggu, 23 Februari, sebuah tragedi menggemparkan Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Seorang wanita bernama Siti Nur Komariyah (45) ditemukan tewas setelah membakar dirinya sendiri. Kejadian ini diduga dipicu oleh tekanan batin yang dialami Siti karena kondisi suaminya yang menderita stroke bertahun-tahun tanpa ada tanda-tanda kesembuhan.

Siti, yang memiliki tinggi 155 cm dan berat 68 kg, telah lama mengalami beban psikologis akibat situasi rumah tangganya yang semakin sulit. Peristiwa naas ini terjadi di rumah korban di Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso. Informasi yang diperoleh dari Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menyebutkan bahwa pada Senin dini hari (24/2) sekitar pukul 00.30 WIB, petugas Polsek Turi menerima laporan dari perangkat desa tentang kejadian tersebut. Siti dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan setelah melakukan aksi bunuh diri.

Ipda Hamzaid menjelaskan, “Begitu menerima laporan, petugas segera menuju rumah sakit. Korban mengalami luka bakar hingga 89 persen akibat membakar dirinya sendiri.”

Menurut saksi mata, Prayoga Pratama (22), pada pukul 16.00 WIB hari Minggu (23/2), korban membeli bahan bakar jenis pertalite dalam botol plastik di warung milik Mili Ahmad (56). Tak lama setelah itu, warga sekitar mendengar kabar bahwa Siti membakar dirinya sendiri.

Korban yang saat itu mengenakan daster merah, berlari keluar rumah dengan tubuh terbakar sambil berteriak meminta tolong. Adiknya, Kartono (48), bersama warga setempat, segera membawa Siti ke rumah sakit. Namun, upaya mereka tidak berhasil menyelamatkan nyawa Siti yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.35 WIB.

Jenazah Siti kemudian dipulangkan ke rumah duka pada Senin dini hari (24/2) sekitar pukul 01.30 WIB. Keluarga korban menolak proses autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah, dengan menyertakan surat pernyataan resmi.

“Keluarga menyatakan bahwa korban mengalami tekanan berat akibat kondisi suaminya yang tak kunjung sembuh dari sakit stroke,” tambah Ipda Hamzaid. [Sat]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *