Dua TKA China Tersangka Kasus Ledakan Tungku Smelter di Morowali

admin
Dua Tka China Tersangka Kasus Ledakan Tungku Smelter Di Morowali
Polisi dan pekerja memblokade lokasi pasca ledakan tungku di pabrik peleburan Stainless Steel PT Indonesia Tsingshan di Morowali, Sulawesi Tengah, 24 Desember 2023 lalu (foto: dok).

Polda Sulawesi Tengah pada Senin (12/2) menetapkan dua tenaga kerja asing (TKA) dari China sebagai tersangka dalam kasus ledakan tungku smelter di pabrik nikel milik China di Kabupaten Morowali, yang menewaskan 21 pekerja dan melukai puluhan lainnya.

Empat pekerja asal China dan sembilan pekerja Indonesia tewas seketika pada 24 Desember lalu, ketika tungku smelter di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel, atau PT ITSS, meledak saat mereka sedang memperbaikinya. Delapan orang lainnya kemudian meninggal dunia ketika dirawat di rumah sakit, sehingga total korban tewas menjadi 21 orang, termasuk delapan pekerja dari China.

Tungku tersebut berada di dalam kawasan industri pengolahan nikel yang dikelola PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP).

Setelah dilakukan penyidikan, pihak kepolisian memiliki cukup bukti untuk menetapkan dua warga negara China berinisial ZG dan Z sebagai tersangka, kata Kabid Humas Polda Sulteng Djoko Wienartono. Djoko mengungkapkan ZG adalah supervisor (pengawas) tungku dan Z adalah wakil pengawasnya.

“ZG dan Z adalah orang yang bertanggung jawab atas tungku tersebut ketika ledakan terjadi,” tegas Djoko dalam sebuah konferensi pers di Kota Palu. “Mereka telah melanggar standar operasional perusahaan.”

Djoko juga mengatakan Polda Sulteng akan mengajukan tuntutan pidana kepada kedua pihak atas kelalaian yang menyebabkan kematian atau cedera serius. Kedua tersangka dapat dijerat ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Hasil penyidikan polisi juga menunjukkan bahwa tungku tersebut sedang dalam tahap pemeliharaan dan tidak beroperasi pada saat ledakan terjadi. Ledakan dipicu oleh api dari sisa slag (ampas hasil pengolahan pemurnian logam mineral) yang luber dan bersentuhan dengan tabung oksigen yang digunakan untuk mengelas, lanjut Djoko.

Ledakan tersebut adalah insiden terbaru dari serangkaian kecelakaan kerja di pabrik-pabrik peleburan nikel di Indonesia, yang merupakan bagian dari program pembangunan transnasional ambisius China yang dikenal sebagai Belt and Road Initiative.

Nikel adalah komponen utama baterai untuk kendaraan listrik.

Sebelumnya, dua operator truk pengangkut tewas pada bulan April lalu akibat tertimbun longsoran material yang menyerupai lumpur hitam setelah tempat pembuangan limbah pengolahan nikel runtuh di Sulawesi Tengah, provinsi dengan cadangan nikel terbesar di Indonesia.

Pada Januari 2023, dua pekerja, termasuk seorang warga negara China, terbunuh dalam kerusuhan yang melibatkan pekerja dari kedua negara di perusahaan patungan Indonesia-China di Kabupaten Morowali Utara.

Pada tahun 2022, sebuah truk pengangkut juga menabrak dan menewaskan seorang pekerja China ketika ia sedang memperbaiki jalan di area pertambangan PT IMIP, dan seorang pekerja Indonesia terbakar hingga tewas ketika tungku di pabrik perusahaan itu meledak.

Hampir 50% saham PT IMIP dimiliki oleh perusahaan induk di China, dan sisanya dimiliki oleh dua perusahaan Indonesia. Perusahaan ini memulai operasi smelter pada tahun 2013 dan kini menjadi kawasan industri berbasis nikel terbesar di Indonesia. [Red]#VOA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *