Daerah  

Kisah Nenek Mari Asuh Cucu dari ODGJ, Pemkab Tuban Tegaskan Komitmen Layanan Sosial Inklusif

admin
Kisah nenek mari asuh cucu dari odgj

TUBAN MDN | Di tengah keterbatasan, Mari, seorang lansia asal Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Tuban, menjadi simbol keteguhan dan kasih sayang. Ia merawat anaknya, Suprat, yang menyandang disabilitas mental (ODGJ), serta dua cucunya yang masih kecil. Kisahnya viral dan mengundang perhatian publik, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Tuban.

Pemkab Tuban melalui Dinas Sosial P3A dan PMD bergerak cepat memberikan pendampingan kepada keluarga Mari. Kepala Dinsos P3A dan PMD Tuban, Sugeng Purnomo, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara berkala, termasuk pengurusan dokumen kependudukan bagi Suprat yang sebelumnya belum memiliki identitas resmi.

“Kami bantu pengurusan KTP, KK, KIA, dan akta kelahiran agar keluarga ini bisa terakses program bantuan sosial,” ujar Sugeng.

Setelah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), keluarga Mari telah menerima sejumlah bantuan seperti BPNT dan BPJS PBI. Ke depan, Mari juga akan diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sesuai ketentuan yang berlaku.

Sugeng menegaskan bahwa penerima manfaat hanya dapat menerima satu jenis bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu, keluarga Mari juga mendapat pendampingan dari PPDM (Pendamping Penyandang Disabilitas Mental), serta pemeriksaan kesehatan rutin dari Dinkes P2KB Tuban.

Tak hanya dari pemerintah, bantuan juga datang dari masyarakat dan lembaga sosial. Baznas Tuban telah melakukan survei untuk mengusulkan rehabilitasi rumah Mari. Sementara itu, anak-anak Suprat akan diarahkan untuk mendapat pendidikan yang layak, termasuk kemungkinan masuk Sekolah Rakyat jika usia mencukupi.

“Kami terus berupaya agar anak-anak dari keluarga ODGJ tidak tertinggal dalam pendidikan dan bisa mengembangkan potensinya,” tambah Sugeng.

Kepala Diskominfo-SP Tuban, Arif Handoyo, menambahkan bahwa penanganan ODGJ menjadi prioritas lintas sektor di bawah arahan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-OPD dalam memastikan layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan berjalan terpadu.

“Komitmen ini adalah bentuk tanggung jawab Pemkab Tuban terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ODGJ,” tegas Arif.

Pemkab Tuban mencatat saat ini terdapat 2.408 ODGJ yang terus dipantau dan didampingi secara aktif. Kisah Mari menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik, ada wajah-wajah perjuangan yang layak mendapat perhatian dan dukungan nyata. [J2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *